Menjelang Ramadan, Forkopimda Sukoharjo Pantau Bahan Pangan di Pasar Nguter

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo melakukan pemantauan ketersediaan dan harga bahan pokok pangan menjelang puasa Ramadan di Pasar Nguter, Jumat (9/4). Hasilnya diketahui stok masih aman dan harga terkendali. Masyarakat diminta tetap menjaga stabilitas pasar dengan tidak melakukan aksi borong. Pedagang dan pembeli juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Corona di pasar tradisional.

Pemantauan di Pasar Nguter diikuti Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Ketua DPRD Wawan Pribadi, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan. Selain itu hadir juga beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Yunia Wahdiyati, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sutarmo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Heru Indarjo, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Toni Sri Buntoro dan lainnya.

Etik Suryani bersama Forkopimda Sukoharjo serta kepala OPD tiba di Pasar Nguter sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung bergerak ke bagian tengah dan belakang tempat pedagang bahan pokok pangan. Sebab dibagikan depan didominasi pedagang jamu sebagai pusat jamu nasional di Pasar Jamu Nguter.

Bahan pokok pangan yang dilihat Etik Suryani pada komoditas daging ayam dan sapi. Terlihat stok kedua jenis daging masih melimpah. Namun khusus daging ayam mengalami kenaikan harga karena peningkatan pembelian. Sedangkan harga daging sapi stabil.

“Stok daging ayam masih banyak tapi harga naik karena peningkatan pembelian. Sedangkan harga daging sapi stabil dan pembelian juga stabil. Kabupaten Sukoharjo sendiri mampu swasembada daging sapi jadi selama puasa Ramadan dan Lebaran tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Komoditas bahan pangan lain yang jadi perhatian Forkopimda Sukoharjo dalam pemantauan di Pasar Nguter yakni cabai. Sebab harga cabai sempat naik tinggi hingga Rp 120.000 per kilogram.

“Harga cabai sudah berangsur turun sekarang sekitar Rp 65.000 per kilogram tadi sesuai keterangan pedagang dan kepala dinas perdagangan. Stok juga sudah ada penambahan pasokan. Mudah mudahan selama puasa Ramadan nanti harga terus turun,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI