Menkes Dukung Gerakan Moral 3 K

SOLO, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan Prof Dr Nila F Moeloek meminta agar para dokter di Indonrsia tidak mengabaikan nilai persatuan dan gotong royong.

"Kita sekarang harus mengembalikan harkat dan martabat dokter sebagai pekerja di bidang kemanusiaan. Dulu dokter tidak saja pejuang, tapi juga dianggap seperti dewa. Mengobati cepet sembuh. Sekarang dianggap seperti halnya pembantu," kata Menkes Nila F Moeloek di depan para dokter pada Rapat Koordinasi Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI) di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Menkes mengakui sekarang para dokter memasuki industrialisasi kesehatan. Di era ini muncul berbagai persoalan yang menyangkut sosial, moralitas, kesejawatan dan kesantunan. Di tengah persoalan itu ia meminta para dokter untuk kembali mengingat sumpah dokter. "Dokter juga harus bisa menjadi pemersatu. Kita berjuang membangun kesehatan agar Indonesia menjadi negara yang kuat, karena akan berlawanan negara di dunia."

Dr Doddy Pramodo Partomihardjo, Ketua FIAKSI mengatakan dokter masa sekarang menghadapi situasi dan kondisi jasa kesehatan bergeser ke industrialisasi. Pada sikon ini mau tidak mau dokter menyentuh produksi, pemasaran dan kompetisi. Akibatnya ada dimensi dan karakter dokter yang dilupakan.

Pada kesempatan itu dideklarasikan Gerakan Moral 3 K (Kesejawatan, Kesantunan dan Kebersamaan). Deklarasi diantaranya disaksikan Menkes Nila F Moeloek, rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi Ms.(Qom)

BERITA REKOMENDASI