Menkop UKM: Koperasi Tidak Sehat Lebih Baik Merger!

Editor: Ary B Prass

Teten Masduki mengungkapkan, Kementerian Koperasi dan UKM telah membuat percontohan konsolidasi koperasi dengan petani di Lampung berupa penciptaan kebun pisang dengan skala ekonomi seluas 400 hektare. Bentuk usaha merger ini melibatkan 600 petani yang menanggung bersama lahan miliknya menjadi bagian dari perkebunan pisang tersebut.
“Untuk ekspor, bermitra dengan eksportir, koperasi mengatur itu semua. Itu sudah cukup bagus, pendapatan jadi 2 kali lipat,’’kata Teten.
Disampaikan Teten, pihaknya ingin mereplikasi keberhasilan koperasi di Lampung itu ke Aceh, dengan mengembangkan perkebunan pisang. Dengan cara yang sama juga akan dilakukan di Jawa Barat.
“Kita akan mereplika di aceh masih dengan pisang, di Jawa Barat ada pisang, mangga, bawang merah, bisa semua,’’ kata politisi PDIP tersebut.
Teten menambahkan, saat ini pihaknya mendorong petani skala kecil mengembangkan usahanya. Satu diantaranya bergabung ke koperasi.
“Kementerian nanti dukung pembiayaan utuk koperasinya. Koperasi harus sehat, kalau tidak sehat, uangnya hilang, tidak jadi kesejahteraan,’’ kata Teten.
Dalam mendukung usaha mereka, pemerintah mengucurkan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2022 sebesar Rp 350 triliun. (Lim)

BERITA REKOMENDASI