Menristekdikti Tetapkan UNS Sebagai Pusat Pengembangan Baterai Nasional

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Menristekdikti Prof Dr M Natsir menetapkan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sebagai Pusat Pengembangan Baterai Nasional (PPBN) sebagai bagian penting untuk mewujudkan program mobil listrik nasional. Secara nyata para peneliti UNS telah berhasil membuat Batterai Lithium.

UNS sudah tepat memilih baterai. Karena baterai memiliki nilai 30-35 persen dari total cost. Jadi riset baterai penting dan harus terus dikembangkan," tandas Nasir saat meninjau pembuatan baterai Lithium di Unit Produksi  Battery  Lithium UNS Solo, Jumat (31/05/2019).

UNS sudah berhasil mewujudkan baterai Lithium yang diproduksi setiap hari 1.000 sel dengan kapasitas 5 KWh untuk jenis  Lithium Ferro Phosphate (LFP) dan 10 Kwh untuk Nickel Cobalt Aluminium Oxide (NCA) Jenis baterai lithium yang dikembangkan  lithium ion dengan ukuran 18.650.

Nasir mengakui baterai produk UNS masih banyak menggunakan komponen impor. Bahan impor itu ada di tanah air dan sudah ditemukan di Halmahera.

Peneliti baterai UNS Dr Agus Purwanto membenarkan itu. "Indonesia memiliki bahan bakunya. Jadi tinggal memanfaatkan," tandasnya.

Apa yang dilakukan Agus dalam meneliti baterai sudah berkembang sebagai Teaching Factory Battery Lithium. Untuk membuat secara massal tinggal melakukan otomatisasi saja dan Pertamina sebagai salah satu mitra kerjasama siap. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI