Menteri Susi Tinggalkan Barisan Topo Mbisu, Kenapa Ya?

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Menteri Susi Pujiastuti mengaku senang bisa ikut kirab pusaka mubeng tembok Mangkunegaran mengenakan busana Jawa serta tanpa memakai alas kaki. Menurutnya tradisi ini harus dilestarikan oleh generasi penerus.

“Jika bukan kita yakni masyarakat bangsa Indonesia yang memelihara tradisi ratusan tahun sejak Pangeran Sambernyowo pendiri Mangkunegaran, terus siapa lagi,” ujarnya usai ritual topo mbisu.

Susi menceriterakan kejadian unik saat mengkuti prosesi muben tembok Mangkunegaran. Terbiasa berjalan cepat, Susi sempat meninggalkan formasi kirab sekitar 20 meter berjalan sendirian di depan. 

”Kalau nggak diingatkan Pak Gubernur Ganjar yang terbiasa ikut kirab saya ya nggak tahu tata caranya kirab,” ujarnya sembari tertawa karena baru pertama kali ikut kirab pusaka 1 Sura di Pura Mangkunegaran.

Sementara Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan bangga bisa mengikuti proses tradisi nenek moyang yang ikut memerdekakan bangsa Indonesia. “Perjuangan Pangeran Sambernyowo pendiri Mangkunegaran yang juga pahlawan nasional itu perlu menjadi teladan generasi muda bangsa Indonesia,”ujar Arief Hidayat.

Sejumlah pejabat seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono serta Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo juga ikut kirab pusaka peninggalan Pangeran Sambernyowo pendiri Pura Mangkunegaran, Rabu (20/9/2017) malam. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI