Merak – Banyuwangi Tersambung Tol Akhir 2019

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Presiden RI, Joko Widodo meresmikan operasional jalan Tol Solo-Ngawi segmen atau ruas Sragen-Ngawi, Rabu (28/11/2018). Jokowi menargetkan Merak-Banyuwangi nantinya akan tersambung jalan tol di akhir 2019.

Ruas Sragen-Ngawi yang diresmikan sepanjang 50,9 kilometer dan peresmian dipusatkan di rest area KM 538, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen. Kehadiran jalan tol diharapkan bisa mendukung industri dan pariwisata. "Tapi yang paling penting bagaimana daerah bisa memanfaatkan jalan tol ini dalam rangka industrialisasi dan pengembangan wisata," ujar Jokowi saat peresmian.

Menurut Jokowi, investasi terbukti mulai menggeliat ke Kabupaten Sragen dan Ngawi untuk pembangunan kawasan industri. Terlebih lagi, upahnya juga kompetitif.

"Tadi Pak Bupati Ngawi menyampaikan bahwa investasi mulai masuk ke Kabupaten Ngawi untuk kawasan industri besar karena lahan lebih murah, UMK juga kompetitif," jelasnya.

Sektor pariwisata juga bisa mendapatkan manfaat positif dari kehadiran jalan tol tersebut. Jokowi mencontohkan nantinya wisatawan mancanegara dari Semarang bisa menuju Solo lebih cepat. "Artinya ada peluang wisman dari yang turun di Semarang bisa juga masuk ke Solo," tutur Jokowi.

Begitu juga dengan wisatawan lokal yang ingin menuju tempat wisata di Solo. Kemudahan akses diyakini bisa menggenjot pariwisata di daerah. "Wisawatan nusantara yang dari Semarang dan ingin ke Solo akan semakin banyak karena cepat waktu tempuhnya," ujar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada pemerintah daerah untuk segera membenahi akses jalan menuju lokasi wisata. "Ini yang harus mulai dibenahi jalan-jalan yang masuk ke kabupaten, ke kawasan-kawasan wisata. Itu semua tugasnya daerah, bagaimana bisa mengintegrasikan keberadaan tol," tambahnya.

Hadir dalam peresmian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yassin Maimoen, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati serta Bupati Ngawi, Budi Kanang Sulistyono. Diresmikannya tol ini, lanjut Jokowi, sebentar lagi Jakarta Surabaya sudah tersambung paling lambat akhir tahun ini. Tinggal ruas Pemalang ke Batang, Batang ke Semarang, Salatiga-Solo kemudian Wilangan-Kertosono yang masih harus diselesaikan.

"Tadi Bu Menteri Rini sudah bilang ke saya, akhir tahun ini ruas yang belum jadi itu sudah selesai semua. Artinya Jakarta-Surabaya sudah tersambung semua. Tinggal nanti tahun depan dilanjutkan sampai Banyuwangi. Merak-Banyuwangi akan tersambung semua paling lambat akhir 2019," katanya.

Sementara, Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno menyampaikan dibukanya tol segmen Sragen-Ngawi merupakan tahap ketiga dari pengoperasian jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi secara keseluruhan. "Semuanya sudah layak menjadi jalan tol. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menetapkan jalan tersebut layak sebagai jalan tol," katanya.

David juga menyampaikan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan keputusan, tentang tarif tol Solo-Mantingan-Ngawi. Pada 12 November 2018, telah diterbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi.

Keputusan itu menetapkan tarif tol di jalan tol yang memiliki total panjang 90,43 km ini sebesar Rp 1.000/km untuk kendaraan Golongan I, Rp 1.500/km untuk kendaraan Golongan II dan III serta Rp 2.000/km untuk kendaraan Golongan IV dan V.

“Setelah melalui berbagai tahapan uji laik fungsi dan operasi, jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi, segmen Sragen-Ngawi sepanjang 50,9 km telah dinyatakan layak dan siap dioperasikan sebagai jalan tol melalui Keputusan Menteri PUPR," ujarnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI