Meski Diprotes, Pemindahan SMPN 5 Jalan Terus

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tetap melanjutkan rencana pemindahan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 dan SMPN 3 ke lokasi lain, kendati muncul keberatan dari pihak Pura Mangkunegaran. Bahkan, mulai awal tahun ajaran 2018 depan, siswa baru SMPN 5 sudah menempati gedung barui di kawasan Mojosongo, sedangkan siswa kelas VIII dan IX, dipertahankan di gedung lama hingga lulus.

Pemindahan SMPN 5 dan SMPN 3, ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, sebagai upaya pemerataan layanan pendidikan yang selama ini terpusat di kawasan tengah kota. Tidak ada rencana untuk menjual ataupun 'ruilslaag' lahan dan gedung bekas SMPN 5 dan SMPN 3, justru aset tersebut tetap dipertahankan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Termasuk SMP N 10, difungsikan sebagai Monumen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Selama ini, tiga sekolah, masing-masing SMP N 3, SMP N 5 dan SMPN 10 berada dalam satu kompleks, hanya saling berbatasan dengan tembok penyekat. Tiga sekolah itu, disebut-sebut sebagai desain Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenagoro VII membangun kawasan pendidikan pada zamannya. Karenanya, Tim Penataan Aset Mangkunegaran (PAM) meminta Pemkot Solo membatalkan rencana pemindahan SMP N 5, dengan dalih belum pernah dibicarakan dengan pihak Mangkunegaran, selain pula dikhawatirkan terjadi alihfungsi.

Pemindahan dua sekolah itu, jelas pria yang akrab disapa Rudy, terkait dengan zonasi fasilitas pendidikan. Dalam hal ini, warga di Kecamatan Jebres misalnya, hanya diperbolehkan bersekolah di fasilitas pendidikan pada wilayah bersangkutan. Dengan begitu, jarak tempuh siswa relatif dekat, selain pula tak ada lagi sekolah favorit sebagaimana terjadi selama ini.

Imbas lain dari zonasi sekolah, tambahnya, akan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di tengah kota, terutama pada pagi hari saat berangkat sekolah dan siang hari ketika selesai aktivitas belajar mengajar. Pun polusi udara akan terkurangi, dan derajat kesehatan masyarakat kian menaik pula.

Menjawab pertanyaan pemanfaatan lahan dan bangunan bekas SMPN 5 dan 3, Rudy menyebutkan, sejauh ini belum ada rencana pasti. Kendati begitu, dia menjamin aset tersebut tetap dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintah dan rakyat. "Tak usah khawatir, aset itu akan dijual atau diruilslaag, sebaliknya justru dilestarikan. (Hut)

BERITA REKOMENDASI