Millenial Road Safety Festival Jaring Agen Keselamatan Lantas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Tak kurang dari 200 pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum mengikuti kompetisi berlalu lintas di area car free day Karanganyar, Minggu (3/1). Para pemenang kompetisi disiapkan menjadi agen keselamatan lalu lintas bertajuk Safety Riding Competition Millenial Road. 

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman mengatakan peserta kompetisi itu sengaja dijaring usia remaja dan dewasa. Mereka dinilai potensial menjalankan misi membantu aman dan tertib berkendara di jalan raya. 

"Kompetisi ini dibagi tiga kategori. Yakni pelajar, umum dan mahasiswa. Kami memang membidik kalangan milenial. Remaja kekinian yang aktif, namun memiliki risiko tinggi penyebab dan korban kecelakaan lalu lintas," katanya kepada KR. 

Para peserta dari kalangan pelajar, sebelumnya diundang aparat Satlantas Polres Karanganyar melalui sekolah masing-masing. Acara sengaja diselenggarakan saat CFD yang ramai dikunjungi, supaya kompetisi lebih meriah. Peserta dari pelajar putri mendapat giliran pertama di titik start. Tersedia dua unit sepeda motor otomatis dan satu sepeda motor bebek milik panitia, sebagai sarana meniti circle eight atau lapangan ujian SIM.

Begitu panitia memberi kode mulai, peserta harus menaklukkan rute berliku berbentuk angka delapan kemudian memutari beberapa barrier plastik hingga sampai ke finish. Syaratnya, tak boleh sekalipun kaki menebak tanah alias harus seimbang. Meski tak mudah, namun ada beberapa berhasil. Sedangkan mereka yang gagal, tertutup kesempatan kedua. 

"Kesempatan hanya sekali. Kebanyakan, baru kali pertama ini mencoba. Mereka yang lolos juara 1, akan dibawa ke tingkat Polda Jateng untuk berkompetisi lagi pada Maret mendatang. Kami akan mengambil empat yang lolos. Yakni seorang perempuan dan seorang laki-laki di kategori pelajar dan seorang perempuan dan laki-laki dari kategori mahasiswa atau umum," katanya. 

Lebih lanjut dikatakan, pemenang kompetisi bukan sekadar menerima piala dan uang pembinaan. Namun mengemban tanggung jawab menjadi mitra Satlantas untuk ikut menyosialisasikan aman dan tertib berkendara. 

"Berdasarkan data lakalantas, kebanyakan melibatkan usia 17-35 tahun. Peserta kompetisi diharapkan memahami tata cara berkendara santun dan memberi contoh pengendara lain," katanya. 

Mereka yang lolos kompetisi, tidak serta merta lulus ujian SIM. Satlantas tetap memberlakukan sistem ujian tanpa pandang bulu. "Kalau di lomba simulasi ini lolos. Tentunya di ujian SIM tidak berbeda," katanya.

Seorang peserta nomor dada 08 asal SMAN Mojogedang, Evi Nurmalasari mengatakan belum memiliki SIM. Dengan mengikuti kompetisi, ia memiliki gambaran ujian SIM mendatang. "Tadi gagal di belokan zigzag. Terlalu sempit. Setidaknya, saya tahu nanti ujian SIM praktiknya seperti apa," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI