Mitigasi Bencana Harus Dikenalkan Sejak Dini

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengenalan jenis-jenis bencana alam dan penanggulangannya ke anak-anak menjadi agenda penting Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di Karanganyar. Secara sederhana, peserta didik taman kanak-kanak diajak melihat sukarelawan bergelut dengan peralatan mitigasi.

"Ini namanya light tower. Fungsinya menerangi waktu gelap. Ketika terjadi longsor atau banjir, biasanya listrik padam. Jangan panik. Kakak akan datang membawa alat ini biar nyala, enggak gelap lagi," kata salah seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sularso kepada puluhan peserta didik RA Hidayatul Insan Karanganyar yang sedang outing class di markas BPBD Karanganyar, Kamis (5/4/2018).

Bersama rekannya, Paryanto dan beberapa anggota BPBD lainnya, mereka menjelaskan penggunaan alat bermesin diesel berlogo BNPB itu. Perihal longsor, banjir hingga kebakaran telah disampaikannya ke anak-anak berseragam biru itu beberapa saat sebelumnya. Para guru membantunya memahami jenis bencana alam dan cara menyelamatkan diri.

Selanjutnya, pengenalan sarana dan prasarana petugas lapangan seperti mobil sirine, truk tangki air dan mobil dapur umum. Anak-anak juga diajak mengenali sarana tanggap darurat yang tersimpan di gudang seperti perahu karet, gergaji mesin, helm, jaket tahan api dan sebagainya. Simulasi pemadaman kebakaran menjadi momen paling menyenangkan anak-anak itu bermain air.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno menyambut baik kunjungan peserta didik ke kantornya. Kegiatan itu diagenda rutin untuk menyampaikan mitigasi bencana alam bagi anak.

"Anak usia dini itu usia emas. Mereka wajib tahu tentang bencana alam. Kalau ada bencana minimal mereka bisa melindungi diri sendiri. Edukasi itu juga bisa disebarkan ke masyarakat sekitar," ungkap Hendro.

Adapun rangkaian HKBN bakal berpuncak di Desa Gempolan, Kerjo pada 26 April mendatang dengan simulasi bencana alam tanah longsor. Tema tahun ini adalah siap untuk selamat. Simulasi melibatkan sukarelawan dan masyarakat. Harapannya, masyarakat di sana bisa menyiapkan diri dan menghadapi bencana alam sewaktu-waktu. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI