MN IX Klarifikasi Rencana Areal Parkir

SOLO,KRJOGJA.com – Menyusul rencana pemerintah pusat merenovasi kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenagoro (MN) IX, mengklarifikasi terkait pemanfaatan untuk areal parkir. Penguasa dinasti Pangeran Sambernyawa ini, menduga terjadi kesalahpahaman terhadap lokasi yang akan dipergunakan untuk areal parkir, akibat kekurangantepatan penunjukan lokasi Pamedan Pura Mangkunegaran.

Juru Bicara Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran (PAM), Didik Wahyudiono, menyampaikan pesan lisan KGPAA Mangkaoenagoro IX, kepada wartawan, di Pura Mangkunegaran, Kamis (15/6/2017) malam, mengungkapkan, halaman depan Pura Mangkunegaran, terbagi dalam dua bagian, yaitu blok Timur dan Barat dengan batas pagar besi. Istilah Pamedan Pura Mangkunegaran, untuk menyebut lokasi lapangan terbuka di sisi Barat, sedangkan sisi Timur sering diistilahkan dengan lapangan Kavaleri.

Sedangkan lokasi yang hendak dimanfaatkan untuk areal parkir, tambah Didik merujuk arahan KGPAA Mangkoenagoro IX, adalah lapangan Kavaleri yang selama ini memang acap dipergunakan untuk aktivitas sosial, seperti panggung pertunjukan, termasuk parkir pada event-event tertentu. Sedangkan areal Pamedan di sisi Barat, ujarnya, dipertahankan sebagai lapangan terbuka, dan bebas dari aktivitas perparkiran.

Sebagaimana dikhabarkan, pemerintah pusat berencana merenovasi kawasan halaman Pura Mangkunegaran yang selama ini sebagian ditumbuhi semak ilalang, dengan pemasangan paving block. Diproyeksikan, pemasangan paving block dapat dirampungkan sebelum 1 Sura yang jatuh pada 12 September mendatang. Sebagian kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan menjadi areal parkir progresif, dengan pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Pura Mangkunegaran.

Soal pemasangan paving block, menurut Didik, tak menjadi soal, sebagai tak akan mengganggu keberadaan pamedan sebagai bagian dari situs budaya Pura Mangkunegaran. Demikian pula, pihak Pura Mangkunegaran tidak mempersoalkan renovasi pagar keliling dengan membongkar tembok, sebab hal itu justru mengembalikan keaslian kawasan Pamedan.(Hut)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI