Muhammadiyah Perkuat Internasionalisasi Gerakan

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – Muhammadiyah memperkuat program internasionalisasi. Menjelang Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah 48 di Solo, November mendatang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai menyaring berbagai masukan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di berbagai negara terkait Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah.

Penyaringan masukan itu menjadi agenda Pra Muktamar yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (30/05). Pra Muktamar menampilkan keynote speaker Ketua Umun PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir MSi dan sejumlah pembicara diantaranya Prof Din Syamsuddin dan Prof Amien Rais.

Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah memang bukan hal baru, karena pada Muktamar di Jakarta 2000 telah digagas. Sekarang program itu sudah semakin terwujud dengan pendirian madrasah di sejumlah negara maupun Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anis MSi mengatakan Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah adalah proyek besar yang bertujuan bukan hanya memperkenalkan, tetapi juga menempatkan dan menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian tak terpisahkan dari umat Islam di level global.

Sementara Prof Haedar Nashir menyatakan Internasional Gerakan Muhammadiyah terus diperkuat sekaligus diwujudkan. Keberadaan 27 PCIM merupakan jaringan yang berperan di ranah global. Itu sekaligus pengakuan dari berbagai negara seperti AS, Australia, Malaysia.

“Adanya pengakuan dari berbagai negara akan memberikan ruang yang lebih luas bagi peran Muhammadiyah antar bangsa,” tandas Prof Haedar Nashir. Pra Muktamar Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah digelar dua hari.

Ketua panitia seminar Prof Dr Khudzaifah Dimyati menjelaskan pada hari kedua digelar roundtable yang diikuti PCIM. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan isu terkini terkait Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah. (Qom)

 

BERITA REKOMENDASI