MUI Sukoharjo Bantu Sosialisasi Imunisasi MR ke Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo langsung bergerak turun ke lapangan dengan menurunkan para dai. Mereka bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella. Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya penolakan dari masyarakat.

Wakil Ketua MUI Sukoharjo bidang komisi fatwa Guntur Subiyantoro, Senin (4/9) mengatakan, MUI Sukoharjo tetap bergerak membantu melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sebab terhitung 1 September kemarin sudah mulai dilaksanakan imunisasi MR tahap kedua atau lanjutan dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 7 tahun. Pada pelaksanaan ini dikhawatirkan masih terjadi penolakan seperti halnya saat imunisasi MR tahap awal Agustus kemarin dengan sasaran anak usia 7 tahun – 15 tahun.

Meski belum ada laporan penolakan pada saat imunisasi MR untuk anak usia 9 bulan – 7 tahun namun MUI Sukoharjo tidak mau kecolongan. MUI Sukoharjo langsung bergerak menurunkan para dai membantu sosialisasi.
“Dari MUI Sukoharjo membantu Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo untuk sosialisasi ke masyarakat. Sebab dikhawatirkan masih ada penolakan imunisasi MR,” ujar Guntur.

Guntur memperkirakan kalaupun ada penolakan dari masyarakat untuk mendapatkan imunisasi MR, jumlahnya sedikit. Sebab sejak Agustus lalu saat awal pelaksanan imunisasi MR untuk anak usia 7 tahun sampai 15 tahun petugas dari MUI Sukoharjo sudah sering melakukan sosialisasi. Kegiatan tersebut diharapkan bisa diterima seluruh lapisan masyarakat.

“Kami tetap melakukan pendekatan ke masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 7 tahun sebagai sasaran penerima imunisasi MR,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI