MUI Wonogiri Rakor Perdana Pengurus Baru

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Pengurus baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonogiri kali perdana menggelar rapat koordinasi internpengurus, Rabu (18/11). Selain benah-benah ke dalam lantaran sudah belasan tahun majelis ulama daerah Wonogiri ini ibarat ‘hidup segan mati tak mau’, juga konsen tingginya angka ‘boro’ serta maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di kabupaten itu.

Ketua MUI Wonogiri masa bakti 2020-2025 H Haryadi SAg MSi menyebutkan, rapat perdana ini mengukuhkan komitmen MUI sebagai organisasi ulama yang independen. Termasuk, untuk silaturahim dengan bupati kepala daerah disepakati menunggu setelah Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

“Ini untuk menghindari interest kepentingan karena sebenar lagi akan ada pilkada maka untuk bertemu bupati sebaiknya setelah 9 Desember saja,” ujar Haryadi.

Dalam rakor di aula Kemenag Wonogiri jajaran pengurus ulama mewakili organisasi NU, Muhammadiyah, LDII dan MTA Wonogiri sepakat mengajukan salah satu ruang di kompleks Masjid Agung ‘At Taqwa’ Wonogiri sebagai kantor sekretariat MUI Wonogiri. Sebagai organisasi yang mandiri, pengurus baru tetap semangat melaksanakan amanah sesuai AD/ART MUI, kendati belum ada dukungan anggaran pemerintah maupun Pemkab setempat. Rapat intern juga mengusulkan Drs H Muslim Umar MAg mewakili MUI sebagai pengurus antar waktu (PAW) dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri menggantikan (alm) H Supandi BA. (Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI