Mulai Hari Ini Tol Soker Dibuka untuk Pemudik

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Jalur tol Solo-Kertosono (Soker) resmi dibuka untuk jalur alternatif pemudik mulai Senin (19/6). Pihak pengelola maupun aparat kepolisian mengimbau para pemudik yang melintasi tol Soker waspada dan menjaga kecepatan maksimal 60 kilometer/jam.

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti mewakili Kapolres AKBP Cahyo Widiarso mengatakan, sejumlah petunjuk jalan untuk membantu pemudik telah dipasang. "Untuk Pemasangan rambu dari arah solo, diharapkan mengurangi kepadatan di kota. Dari Barat menuju Ngawi diarahkan menggunakan jalur ring road utara," ujarnya.

Sementara untuk pos mudik, Satlantas Sragen sudah menyiapkan 6 pos pemantauan. Empat pos di jalur reguler, dan dua di pintu exit tol. Dari perbatasan Grompol sampai Mantingan disediakan 3 pos yakni di Nguwer, Pilangsari dan Tunjungan. Kemudian dari tingkir ke Purwodari tersedia 1 pos di Gemolong. Dua pos lainnya di exit tol Pungkruk dan Paldaplang.

Menurut Erna, setiap posko yang dibangun telah dipersiapkan kendaraan derek, mobil ambulan dan kelengkapan lain seperti montir bengkel keliling serta mobil suplay

BBM. Terkait antisipasi kemacetan, telah disiapkan rekayasa lalulintas. Seperti upaya mengurai kemacetan di Gemolong, apabila padat dari Boyolali sudah disiapkan jalur alternatif, supaya mengurangi kepadatan di simpang empat Gemolong. 

Direktur Utama (Dirut) PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku pengelola tol Soker, David Wijayatno menambahkan, pihaknya telah memasang rambu batas kecepatan kendaraan saat melintas di tol. Kecepatan maksimal hanya 60 km/jam dan di beberapa titik mendekati jembatan maksimal hanya 40 km/jam. Sementara mendekati perlintasan jalan kampung maksimal 20 km/jam.

David menekankan pentingnya kewaspadaan lantaran masih ada sekitar 50-an perlintasan sebidang yang belum dibangun overpass

. Meski sudah ada penjaga dan petugas Linmas dari masing-masing desa, pengemudi tetap harus waspada. Guna memberikan kenyamanan kepada pemudik, pihaknya telah menyiapkan lima rest area

di setiap 10 kilometer yang semuanya dilengkapi mushola dan toilet. Ada juga kios BBM di kilometer 21 dan BBM kemasan yang siap diantar oleh unit kendaraan 'mobile'. (Sam)

BERITA REKOMENDASI