Muncul Klaster Corona di SMAIT Nur Hidayah, KBM Sementara Dihentikan

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Klaster penularan virus Corona ditemukan di SMAIT Nur Hidayah di wilayah Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Awalnya hanya ditemukan empat orang siswi terkonfirmasi positif virus Corona. Penularan sekarang diperkirakan sudah mencapai puluhan orang siswi setelah dilakukan pemeriksaan tes kesehatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan meminta siswi melakukan isolasi mandiri. Sedangkan semua aktivitas sekolah untuk sementara dihentikan.

Kepala Desa Pucangan Kecamatan Kartasura Budiyono, Senin (31/1) mengatakan, kejadian bermula saat ada siswi mengalami sakit dengan gejala virus Corona di salah satu wisma atau asrama yang digunakan sebagai tempat tinggal selama belajar di SMAIT Nur Hidayah. Pihak sekolah kemudian langsung merespon cepat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap empat siswinya. Hasil pemeriksaan kemudian diketahui empat siswi positif virus Corona.

Tempat empat siswi SMAIT Nur Hidayah positif virus Corona kemudian dilaporkan pihak sekolah kepada pihak desa. Pemerintah Desa Pucangan Kecamatan Kartasura kemudian berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Kartasura.

Petugas gerak cepat dengan melakukan pemeriksaan swab antigen dan PCR pada kontak erat empat siswi yang sebelumnya terkonfirmasi positif virus Corona. Langkah lainnya juga dilakukan dengan menghentikan sementara semua kegiatan di sekolah.

“Kejadiannya minggu lalu berawal dari empat orang siswi disalah satu asrama terkonfirmasi positif virus Corona. Petugas kemudian melakukan pelacakan kontak erat dan pemeriksaan diketahui ada puluhan orang positif,” ujarnya.

Pelacakan petugas diketahui ada ratusan orang melakukan kontak erat dengan empat siswi terkonfirmasi positif virus Corona. Hal itu dikatakan Budiyono berdasarkan keterangan pihak sekolah dimana satu asrama diisi oleh banyak siswi. Selain itu empat siswi tersebut sebelumnya juga melakukan kontak erat dengan siswi lain di lingkungan sekolah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Kartasura melaksanakan swab antigen terhadap 166 siswi SMAIT Nur Hidayah pada Senin (31/1). Pada kegiatan tersebut hanya diikuti 126 orang saja. Hasilnya diketahui ada sebanyak 40 orang siswi positif atau reaktif saat mengikuti swab antigen. Sebanyak 40 orang siswi tersebut kemudian dilanjutkan mengikuti tes PCR. Hasil tes PCR masih menunggu dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo.

Sebanyak 40 orang siswi yang positif setelah mengikuti swab antigen dan sambil menunggu hasil tes PCR mereka diminta wajib menjalani isolasi mandiri terpusat. Pihak SMAIT Nur Hidayah telah menyediakan tempat khusus isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dan dibantu petugas dari wilayah Desa Pucangan dan Kecamatan Kartasura.

“Rencananya pada Kamis (3/1) akan dilakukan tes swab PCR terhadap sisa gelombang satu dan dua sebanyak 250 orang,” lanjutnya.

Budiyono menambahkan, dalam penanganan kasus penularan virus Corona di SMAIT Nur Hidayah pihak Pemerintah Desa Pucangan Kecamatan Kartasura didukung penuh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Kartasura. Hal itu seperti dilakukan dengan melakukan pengecekan dan koordinasi langsung ke lokasi.

Danramil Kartasura Kapten Inf Mardianto mengatakan, empat orang siswi SMAIT Nur Hidayah yang terkonfirmasi awal positif virus Corona bukan merupakan warga Desa Pucangan Kecamatan Kartasura. Empat siswi tersebut berasal dari luar daerah dan sebagian besar sudah diambil orang tua untuk menjalani isolasi mandiri dan pemeriksaan di daerahnya sendiri.

“Awalnya empat siswi kemudian dilakukan traking ada 182 orang dan dilakukan tes diikuti 168 orang pada 29 Januari 2022 dengan hasil 35 orang positif setelah tes RDT dan 34 orang positif tes PCR,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI