Nasib Revitalisasi Klewer Timur Ngambang

SOLO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendesak Kementerian Perdagangan (Kemenndag) untuk memberikan kepastian nasib revitalisasi Pasar Klewer Timur yang hingga kini masih ngambang. Kendati dana senilai Rp 48 miliar telah tersedia, namun pelaksanaan revitalisasi tak kunjung dalam dilakukan, menyusul dua kali lelang pekerjaan tak membuahkan pemenang.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, di kantornya, Rabu (1/11/2017), mengungkakan, selain melayangkan surat kali kedua, desakan juga dilakukan secara langsung dengan menemui Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito. Hanya saja, sejauh ini belum diperoleh kepastian, padahal sisa waktu hingga akhir tahun anggaran tinggal dua bulan lagi.

Jika memang Kemendag mengizinkan revitalisasi Pasar Klewer Timur menggunakan sistem luncuran, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan secara multiyears, dalam waktu dekat akan dilakukan lelang ulang. Sebaliknya, jika revitalisasi Pasar Klewer Timur harus dikerjakan dalam satu tahun anggaran, dana senilai Rp 48 miliar yang telah dicairkan, akan dikembalikan ke pemerintah pusat. "Tak mungkin proyek senilai Rp 48 miliar dengan fisik bangunan tiga lantai termasuk basement dikerjakan hanya dalam waktu kurang dari 60 hari," ujar pria yang akrab disapa Rudy.

Keterlambatan pelaksanaan revitalisasi Pasar Klewer Timur, menurutnya, lebih dipengaruhi pencairan anggaran dari pemerintah pusat yang baru direalisasikan akhir September lalu, atau hanya tiga bulan menjelang akhir tahun anggaran. Begitu dana dari pemerintah pusat cair, jelasnya, Pemkot Solo langsung bergerak dengan memindahkan pedagang ke pasar darurat di Alun-alun Utara (Alut), demikian pula bangunan pasar lama dibongkar lewat mekanisme lelang.

Dalam waktu bersamaan, ujarnya, juga dilakukan lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Klewer Timur. Namun lelang pertama tak membuahkan pemenang, karena tak satu pun rekanan mengajukan penawaran. Dua pekan berikutnya, digelar lelang ulang, tetapi juga tak menghasilkan pemenang kendati salah satu rekanan mengajukan penawaran dengan nilai cukup wajar. Persoalannya, ketika dilakukan penelitian administrasi, rekanan bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena tidak memiliki tenaga ahli, kelengkapan peralatan berat, pengalaman mengerjakan proyek besar, dan sebagainya.

Dari hasil evaluasi, tambah Kepala Dinas Perdagangan(Disdag), Subagyo, rekanan tak berani mengajukan penawaran, terkait waktu yang tersedia untuk mengerjakan bangunan kurang dari tiga bulan, sedangkan secara normal pekerjaan itu memerlukan waktu sedikitnya hingga enam bulan. Sekarang, sisa waktu hingga akhir tahun anggaran tinggal 60 hari, sehingga diperlukan kepastian atas keberlanjutan revitaalisasi Pasar Klewer Timur. Pemkot Solo berharap, Kemendag mengizinkan pelaksabnaan pekerjaan dilakukan secara multiyears, sehingga pengerjaan proyek dapat diawali pada tahun 2017, kemudian dilanjutkan pada tahun 2018.(Hut)

BERITA REKOMENDASI