nDalem Joyokusuman Dikelola BLUD, Bakal Jadi Pusat Kegiatan Budaya

SOLO, KRJOGJA.com – nDalem Joyokusuman yang Diproyeksikan menjadi pusat kegiatan budaya, akan dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), menyusul biaya pemeliharaan cukup tinggi, selain pula rumit sebab menyangkut bangunan cagar budaya. Namun untuk sementara, biaya revjtalisasi dan leliharaan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan di sela kerja bakti membersihkan lingkungan nDalem Jojokusuman, Jumat (4/10/2019), mengungkapkan, pilihan lembaga pengelola berbentuk BLUD, setidaknya mengurangi ketergantungan pembiayaan dari APBD. Bahkan tak menutup kemungkinan BLUD nDalem Joyokusuman mampu mandiri. Meski begitu, dalam operasional nanti, kegiatan di nDalem Joyokusuman tetap mengedepankan aspek sosial.

Sebagai pusat kegiatan budaya, masyarakat diberikan akses untuk
Menggunakannya swcara gratis, seperti tempat berlatih aneka jenis kesenian, pemanggungan yang nersifat sosial, dan sebagainya. Sedangkan aktivitas komersial diantaranya berupa penyediaan home stay, ruang seminar, dan sebagainya. 

"Kira-kira seperti Taman Balekambang, masyarakat dapat mengakses secara gratis, tetapi ketika hendak nonton kethoprak, taman reptil dan atraksi lain, baru dikenakan tiket masuk," ujarnya.

Revitalisasi nDalem Joyokusuman, hingga saat ini masih merampungkan beberapa bagian, diantaranya areal parkir, penataan koridor depan, serta paviliun yang akan dimanfaatkan untuk home stay. Dijadwalkan, seluruh proses revitalisasi yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, dapat rampung akhir tahun ini.

Sebagaimana dikabarkan, nDalem Joyokusuman yang dibangun sekitar tahun 1939, semula dimiliki mantan Kepala Bulog Wijanarko Puspoyo. Rumah kuna di kawasan Keraton Kasunanan Solo ini disita negara terkait kasus korupsi, kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Kota Solo. Saat dihibahkan, nDalem Joyokusuman dalam kondisi rusak parah, dan sekarang direvitalisasi hingga tampil menjadi bangunan berarsitekur Jawa yang eksotik dengan landscape rimbun tetumbuhan raksasa, sebagian diantaranya berlingkar batang bawah hingga 1,2 meter.

Dengan kondisi nDalem Joyokusuman saat ini, walikota yang akrab disapa Rudy, optimistis menarik minat wisatawan terutama manca negara. Kebetulan, pemilik nDalem Joyokusuman sebelum jatuh ke tangan Wijanarko Puspoyo dan disita negara, juga memanfaatkannya untuk home stay dengan pangsa pasar kalangan wisatawan manca negara.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI