Nilai Ganti Rugi Pembangunan Bendungan Jlantah Ditetapkan, Warga Pikir-pikir

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Para pemilik tanah di area pembangunan Bendungan Jlantah diberi waktu 14 hari untuk menyikapi tawaran ganti rugi pembebasan tanahnya. Tim apraisal telah selesai menaksir nilai ekonomis asetnya yang berada di blok 38 dan 39 peta proyek.

Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Karanganyar, Anton Jumantoro, mengatakan penaksiran ganti rugi lahan terdampak proyek pembangunan Bendungan Jlantah sudah disampaikan kepada masyarakat terdampak. Warga diberi kesempatan untuk berunding dengan keluarga dengan jangka waktu selama 14 hari. Sebelum melakukan pembebasan lahan di Karangsari blok 38 dan 39, BPN Karanganyar terlebih dulu membebaskan lahan di 100 bidang tanah blok 5 dan 6 di Desa Tlobo.

“Untuk kali ini ada 28 hektare atau 134 bidang tanah. Sesuai permintaan PPK, kalau sudah selesai bisa langsung dimulai blok 7 yang ada 88 bidang. Ini masih proses. Nanti kalau ada keberatan bisa disampaikan ke kami,” ucap dia di aula kantor Desa Karangsari, Jatiyoso, Selasa (9/9).

Adapun pembayaran ganti rugi fisik dihitung dari nilai ekonomis tanah, bangunan, tanaman. Sedangkan non fisik seperti kompensasi pemindahan tempat tinggal dan mata pencaharian. Ia meminta warga mewaspadai oknum pembuat rusuh.

“Jangan percaya orang-orang yang ingin mengelabui. Koordinasi hanya kepada satuan kerja. Jangan sampai tertipu,” katanya.

BERITA REKOMENDASI