Nyamuk ‘Pemandul’ DBD Dipamerkan di Solo

SOLO (KRjogja.com) – Nyamuk pemandul Demam Berdarah Dengue (DBD) temuan Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, akan dipamerkan bersama ratusan temuan teknologi baru lain dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas)  ke-21, di Stadion Manahan mulai Rabu (10/08/2016).

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir, selama ini dilakukan dengan menjelaskan pemberantasan nyamuk 'Aedes Aegypti' pembawa virus DBD dengan fogging taupun Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kadang kurang efektif. Melalui penelitian panjang Fakultas Kedokteran UGM menemukan nyamuk yang mampu memandulkan virus DBD melalui telor nyamuk aedes aegypti.

[baca juga : Harteknas, Jokowi Bakal Uji Pesawat N219 dari Solo]

"Ketika nyamuk temuan UGM ini dilepaskan dan mengawini nyamuk aedes aegypti, telor yang dihasilkan tak lagi membawa virus DBD, sehingga kemungkinan perkembangbiakan nyamuk DBD dapat ditekan secara maksimal," katanya di  Loji Gandrung, Sabtu (06/08/2016) malam.

Dia berharap, nyamuk pemandul DBD yaang saat ini baru dikembangbiakkan di beberapa wilayah di Yogyakarta, dapat disebarkan ke daerah lain di Indonesia, terutama wilayah-wilayah endemik, untuk menekan angka kesakitan DBD.

Selain inovasi teknologi bidang kesehatan, tambahnya, akan dipamerkan pula temuan bibit padi varietas baru dengan kemampuan produksi hingga 11 ton per hektar. Peningkatan kapasitas produksi padi unggul temuan beberapa perguruan tinggi ini, diproyeksikan mampu mempercepat program swasembada pangan, tanpa harus menambah luasan tanaman. "Ada pula inovasi teknologi sepeda motor listrik yang saat ini sudah memasuki produksi massal," jelas Menristek Muhammad Nasir. (Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI