Oknum LSM di Sragen Terkena OTT Saber Pungli

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kabupaten Sragen menangkap dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Sragen (Formas), Selasa (09/11/2021). Kedua aktivis LSM tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa (Kades) Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen.

Dua orang yang diamankan adalah Ketua LSM berinisial AB dan salah satu personelnya berinisial SM. Keduanya diamankan dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) dengan barang bukti uang tunai Rp 20 juta.

Informasinya, uang itu diduga terkait upaya penyelesaian yang ditawarkan keduanya terhadap Kades yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan kasus sertifikat tanah PTSL. Keduanya ditangkap OTT di sebuah rumah makan di Sragen Kota dekat Alun-alun. Operasi dilakukan sesaat setelah dilakukan serah terima uang dari Kades ke kedua oknum LSM tersebut.

Tak lama berselang, tim Saber Pungli langsung menyergap kedua oknum itu dengan barang bukti uang Rp 20 juta. Usai dilakukan tangkap tangan, kedua oknum itu langsung dibawa ke Polres Sragen untuk menjalani pemeriksaan.

“Iya benar. Ini masih kita dalami. Jadi awalnya kita dapat informasi, terus kita laksanakan OTT,” ujar Ketua Satgas Pungli Kabupaten Sragen yang juga Wakapolres Sragen, Kompol Kelik Budhi Antara saat dikonfirmasi.

Kompol Kelik menjelaskan OTT dilakukan oleh tim Satgas Saber Pungli. OTT dilakukan terkait permasalahan PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Namun ia tidak menjelaskan lebih detail dan hanya menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan tim.

Wakil Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Sragen yang juga Kasi Intel Kejari Sragen, Dibto Brahmono membenarkan adanya OTT tersebut. Penangkapan itu dilakukan menindaklanjuti aduan yang masuk ke Tim Saber Pungli terkait adanya informasi masyarakat bahwa Kades Kecik diperas Rp 100 juta. Karena bukan ranah tipikor, informasi itu kemudian dikoordinasi dengan Ketua Saber Pungli Kabupaten yakni Wakapolres.

“Permintaannya (terduga pelaku) agar korban memberikan uang senilai Rp 100 juta. Kemudian akan diberikan Down Payment (DP) atau uang muka sebesar Rp 20 juta. Lalu tim bergerak untuk melakukan OTT setelah transaksi,” terangnya.

Menurutnya, setelah ditangkap, kedua oknum itu kemudian dibawa ke Polres dan ditahan. Selanjutnya mereka dilakukan pemeriksaan oleh tim. Sementara, Kades diperiksa sebagai saksi karena dalam kasus ini berposisi sebagai korban pemerasan. “Barang buktinya uang Rp 20 juta. Pak Lurah karena korban diperiksa sebagai saksi,” tandasnya.

Ditambahkan, indikasi pemerasan tersebut diduga terkait kasus dugaan pungli PTSL yang sebelumnya mencuat di desa tersebut. Dugaan awal, kedua oknum tersebut diamankan karena terindikasi berupaya mencari keuntungan. Padahal kasus tersebut saat ini sedang ditangani Inspektorat Kabupaten Sragen. (Sam)

BERITA REKOMENDASI