Opera Ramayana dan Bazar Kuliner Ramaikan Lebaran 2018

SOLO, KRJOGJA.com – Kota Solo akan menyajikan nuansa Jawa tradisional saat libur Lebaran dengan program  Bakdan Ning Sala 2018. Acara ini digulirkan 18-20 Juni. Wisatawan akan diajak berpetualang melalui opera turunan cerita Ramayana. 

Tahun ini, pelaksanaan Bakdan Ning Sala 2018 memasuki tahun ke empat. Event ini digelar di Benteng Vestenburg, Surakarta. Di sini, wisatawan bisa menikmati dua event sekaligus. Ada Opera Ramayana hingga bazar kuliner dan merchandise. 

"Kota Solo memiliki banyak alternatif untuk menikmati libur Lebaran. Bakdan Ning Sala adalah event terbaik. Ada hiburan berupa opera sekaligus bazar dengan produk terbaik. Dengan konsep opera ini, wisatawan nantinya akan disuguhi cerita terbaik," ungkap Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana. 

Mengadopsi pakem Ramayana, cerita turunan berjudul ‘Gua Kiskenda’ dirilis. Wisatawan bisa menikmati opera ini mulai pukul 19.30 WIB setiap harinya. Opera Ramayana-Gua Kiskenda akan melibatkan 100 seniman. Opera ini juga akan menyajikan gerak tari dengan konsep kekinian. Dialog dan tembang juga diimprove, meski tetap mengacu tradisi. 

"Opera Gua Kiskenda ini sangat tepat untuk menemani malam liburan di Kota Solo. Setelah siangnya berkeliling di destinasi terbaik Kota Solo dan mencoba beragam kuliner, malam harinya bisa beristirahat sambil menyimak opera Gua Kiskenda ini. Opera ini akan dikemas secara spektakuler,” terang Pitana. 

Opera Ramayana-Gua Kiskenda menggunakan setting panggung terbaik. Panggung raksasa unik akan dibangun untuk mengakomodir cerita klasik opera Gua Kiskenda. Menghidupkan nuansa gua, ornamen batu beserta dindingnya pun akan ditonjolkan. Ada juga nuansa hijau tumbuhan yang mengisyaratkan lebatnya belantara. 

Mendukung cerita dan membangun image, kostum pemain opera disajikan unik. Dibuat sangat natural dengan menyesuaikan karakter dan tokoh yang diangkat. Menyempurnakan kemasan show, tata cahaya dan sound effect terbaik pun dilibatkan. 

Sutradara Opera Gua Kiskenda Agung Kusuma di sela selamatan pra pentas di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Sabtu (09/06/2018) menjelaskan kemegahan tak saja sebatas pada garap tari, tetapi juga karawitan, tata panggung, maupun tata lampu. Bahkan, elemen karawitan yang selama ini cenderung berfungsi sebagai pengiring, diberikan porsi spesial, hingga menjadi bagian pertunjukan yang ekspresif, mulai dari penampilan maupun seting panggung.

Agung menjelaskan panggung untuk perangkat dan pengrawit didesain secara berundak tiga tingkat dengan posisi lebih tinggi ketimbang panggung utama. Dengan begitu, tersedia ruang bagi para pengrawit mengekspresikan diri ketika menabuh gemalen dengan gerakan-gerakan sesuai alur yang tengah tersaji di panggung utama. 

Selain opera Ramayana-Gua Kiskenda, program Bakdan Ning Solo 2018 juga menggelar Bazar Kuliner dan Merchandise. Dengan venue di Benteng Vastenburg, Bazzar Kuliner dan Merchandise ini digelar lebih awal mulai pukul 17.00 WIB setiap harinya. 

Menurut Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni, ada banyak pernak-pernik yang disajikan dengan kualitas terbaik, plus sajian kuliner khas Solo dengan cita rasa nomor satu. 

“Saat berada di venue Bakdan Ning Sala, wisatawan tidak perlu khawatir. Semua tersaji lengkap, baik beragam prodak maupun kulinernya. Setelah menikmati wisata belanja beserta kulinernya di bazar, para wisatawan bisa langsung melihat opera Gua Kiskenda. Wisatawan dijamin puas, apalagi view dari Benteng Vastenburg ini bagus,” ujar Sumarni. (*/Hut) 

BERITA REKOMENDASI