Operasi Ketupat Candi Fokus Pengamana Lebaran Sehat

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 756 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik lebaran. Fokus pengamanan selain di jalur lalu lintas kendaraan bermotor juga kawasan wisata. Para personel juga menjadi agen penerapan protokol kesehatan guna menekan kasus Covid-19 yang kemungkinan merebak usai Idul Fitri 1443 H.

Hal itu mengemuka dalam apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2022 Kabupaten Karanganyar di alun-alun kota, Jumat (22/04/2022). Pasukan gabungan terdiri dari polisi, TNI, Dinas Perhubungan, masih dibantu senkom, Orari, Rapi, Pramuka yang akan bertugas mulai 29 April sampai 9 Mei 2022.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendukung satgas covid-19 maupun satgas operasi ketupar candi melakukan pengawasan aktivitas menimbulkan kerumunan. Ia juga meminta pemilik usaha menerapkan standar protokol kesehatan.

“Selamat bekerja. Niati dengan ibadah. Dalam kaitannya mencegah penularan corona, petugas melakukan testing, tracing, dan treatment terhadap kasus terkonfirmasi covid-19, lalu melaksanakan random check SWAB Antigen, melakukan percepatan program vaksinasi, Melakukan manajemen rekayasa. Itu bukan persoalan sederhana. Makanya, masyarakat juga harus patuh,” katanya.

Ia mengatakan sudah dua tahun lamanya perantau menahan rindu bertemu keluarga di kampung halaman. Meski tahun ini diperbolehkan mudik, namun bukan berarti bebas beraktivitas.

Sementara itu Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo mengatakan delapan pos siap menyambut pemudik. Pos itu diantaranya di empat exit tol. “Rekayasa lalu lintas diberlakukan saat terjadi kemacetan. Baik di dalam maupun luar jalan tol,” katanya.

Khusus untuk jalur berbahaya, polisi bekerja sama dengan relawan sampai di tingkat kecamatan setempat agar menyiapkan tim ganjal mobil di tempat tanjakan rawan seperti di Tawangmangu dan Candi Cetho agar siaga menolong. Pengamanan kawasan wisata menjadi fokus perhatian bersama, pascapengamanan arus mudik dan sebelum pengamanan arus balik.

Masyarakat diprediksi akan membanjiri obyek-obyek wisata, setelah dua hari berlebaran di kampung halaman. (Lim)

BERITA REKOMENDASI