Operasi Patuh Candi 2019, Ojol Sibuk Pegang Ponsel ‘Disemprit’

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Ojek online (ojol) yang paling aktif menggunakan ponsel saat berkendara, menjadi salah satu sasaran penegakan hukum dalam operasi patuh candi 2019. Aktivitas rawan memicu kecelakaan lalu lintas yang ditimbulkannya perlu ditindak tegas. 

“Ada delapan poin disasar dalam operasi patuh candi 2019 selama 14 hari mulai 29 Agustus-11 September. Sasarannya mulai tidak memakai safety belt, melawan arus lalu lintas, menggunakan ponsel saat berkendara dan sebagainya,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi kepada wartawan usai mempimpin apel gelar pasukan di Mapolres Karanganyar, baru-baru ini.

Giat operasi tersebut dilatarbelakangi meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Kapolres menyebut kenaikannya 10-20 persen dibanding tahun 2018 pada jumlah korban luka, meninggal dunia dan jenis pelanggarannya. Human error

mendominasi pemicu kecelakaan dibanding kurang siapnya infrastruktur lalu lintas. Penindakan berupa tilang dalam operasi lalu lintas selama 14 hari tersebut mendominasi langkah aparat kepada pelanggar lalu lintas.

“60 persen penegakan hukum, 20 persen preventif, 20 persen dan 20 persen preemtif,” lanjutnya.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman tak menampik pengemudi ojol paling aktif memakai ponsel saat berkendara. Beberapa diantaranya terjaring razia.

“Kalau dengan hunting

, kita kesulitan memberi tindakan. Ojol ditilang saat razia karena kedapatan menggunakan ponsel,” katanya.

Selain pernah menilang ojol, Satlantas juga menangani kasus kecelakaan yang melibatkan pengemudinya. Kecelakaan itu dipicu pengemudi ojol kurang berkonsentrasi saat berkendara karena sibuk mengoperasikan ponselnya. Ia menyarankan ojol menepi dulu jika ingin mengoperasikan ponsel. Perihal itu sudah disampaikannya secara tertulis ke kantor perwakilan ojol.

Seorang pengemudi ojol asal Karanganyar, Sigit mengatakan dirinya memilih menepi jika memeriksa pesanan di ponsel. Selagi dirinya tahu lokasi pemesan, ia tak perlu memeriksa denah di aplikasi. Mengenai operasi patuh candi, ia berjanji tak akan melanggar aturan.

“Tahu lokasi, terus ponsel di-offline. Setelah memenuhi pesanan, baru di online dan standby. Enggak butuh sedikit-sedikit lihat ponsel,” katanya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI