‘OTT’ Makin Sering Tim Pemadam Kebakaran Libatkan Komunitas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Tim pemadam kebakaran melibatkan anggota komunitas pemburu sarang tawon dalam menyelesaikan operasi tangkap tawon (OTT). Masyarakat dilarang menangani sendiri pemusnahannya.

“Sudah delapan orang anggota tersengat tawon endas. Satu sampai dirawat inap. Itu saja anggota berpengalaman. Jangan melakukan tindakan sendiri. Jika menemukan sarang di dalam atau luar rumah, hubungi petugas pemadam kebakaran. Kami akan langsung survei lokasi dan melakukan tindakan pada malam hari,” kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kurniadi Maulato kepada wartawan, Jumat (29/11).  

Jumlah aduan cukup banyak. Rata-rata tiga kali per hari. Bahkan pernah sampai lima kali melakukan OTT di wilayah Kebakkramat, Gondangrejo, Karanganyar Kota, Colomadu dan Tasikmadu. OTT dalam dua tahun terakhir telah memusnahkan sarang di ratusan lokasi. Jenis tawon penyengat racun ini biasanya bersarang di atap rumah bangunan permanen maupun semi permanen. Sarang tersebut berdiameter 20-25 sentimeter.

“Petugas PMK memiliki skill

mengevakuasi dan memusnahkannya. Tak hanya menangani sarang tawon, namun juga hewan liar seperti ular,” katanya.

Pelibatan sukarelawan dinilai tepat, mengingat jumlah petugas PMK terbatas. Sukarelawan itu dari SAR dan unsur-unsurnya di masyarakat. Ia menjelaskan, petugas selain menguasai skill

juga dilengkapi peralatan seperti nozzle

dan karung goni. Adapun OTT dilakukan pada malam hari untuk meminimalisasi risiko.

“Kalau malam, tawon tidak terlalu agresif. Biasanya OTT di atas jam 10 malam,” lanjutnya.

Koordinator Wilayah Kebakkramat SAR Karanganyar, Sarijo mengatakan jenis tawon endas atau vespa membahayakan keselamatan. Bahkan nyawa bisa melayang akibat sengatannya. Sarijo menjelaskan cara efektif mengevakuasi sarang tawon. Setelah lubang pada sarang ditutup dengan kayu yang ujungnya dililit kain, kemudian sarang disempot cairan bensin atau pertalite guna melumpuhkan tawon.

"Setelah dipastikan aman, kemudian sarang tawon dievakuasi dan dimasukan ke dalam karung dan dibakar," jelasnya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI