Paguyuban Reog Wonogiri Tolak Klaim Malaysia

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Ratusan paguyuban seni reog Ponorogo Kabupaten Wonogiri menggelar orasi di alun-alun kota Giri Krida Bhakti, Selasa (12/4/2022) sore. Mereka yang mengaku datang dari beberapa kecamatan di daerah tersebut mendesak pemerintah Indonesia segera mendaftarkan reog ke badan dunia UNESCO sebagai kesenian aseli warisan leluhur bangsa ini.

Pimpinan Paguyuban Reog Gembong Surojoyo Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri, Joko Purnomo, mengungkapkan aksi spontanitas yang dilakukan ratusan seniman reog ini sebagai protes atas klaim Malaysia yang siap mendaftarkan reog ke UNESCO.

“Ini sama saja merendahkan martabat kita karena reog adalah seni budaya khas Indonesia, harus kita pertahankan,” kata Joko yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng.

Menurut dia beberapa tahun lalu pengakuan Malaysia yang ingin ‘menguasai’ reog Ponorogo sudah pernah muncul. Dengan adanya reaksi keras dari Indonesia upaya tersebut kandas. “Kalau sekarang dia (Malaysia) ingin coba-coba lagi, apakah kalian semua ini hanya diam saja?,” tanya Joko dengan suara lantang yang dijawab oleh massa yang memadati alun-alun “Tidakkk…”.

Korlap aksi, Heri, kepada wartawan menyebutkan jumlah paguyuban yang bergabung dalam pentas massal ini terus berdatangan. Sehingga terus bertambah hingga mencapai puluhan dadak merak dengan ratusan seniman yang ada didalamnya.

“Kawan-kawan paguyuban seni reog di Eks Karesidenan Surakarta hampir semuanya sudah menggelar aksi serupa seperti ini,” ujar Heri. Ditambahkan, Kementerian Pendidikan Nasional akan menindaklanjuti aksi di sejumlah daerah ini untuk bahan pendaftaran ke UNESCO. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI