Palang Pintu 18 Perlintasan Sebidang Dibangun

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengoperasian rel ganda kereta api jalur Stasiun Palur, Karanganyar – Stasiun Kedungbanteng, Sragen diikuti pembuatan sarana pengamanan 18 perlintasan sebidang di sepanjang rute 34 kilometer. Sarana itu adalah palang pintu, petugas dan gardu jaga.

Hal itu disampaikan Pimpinan proyek jalur rel ganda KA Palur-Kedungbanteng, Arif Sujiatmoko kepada wartawan di sela cek final infrastruktur rel ganda di Stasiun Palur, Kamis (28/02/2019). Menurutnya, pembuatan infrastruktur pengamanan perlintasan sebidang untuk memberi kesempatan pengguna jalan menyeberang rel secara aman.

Saat pengoperasian rel tunggal, perjalanan KA di jalur itu mencapai 171 kali dalam sehari. Saat rel ganda dioperasikan, perjalanan KA bakal lebih intens. Ia menyebut, pembangunan gardu, palang dan penempatan petugas palang pintu KA di 18 perlintasan sebidang diutamakan, dari total 50 titik di sepanjang Palur, Karanganyar sampai Kedungbanteng, Sragen.

"Melihat geografisnya, memang sepanjang 34 kilometer itu perlintasan sebidang. Ada 50 titik yang sering dipakai lalu lalang kendaraan. Sebagian tidak berpalang dan berpintu. Sebagian hanya dipasang rambu. Dari jumlah itu, yang ditangani secara utuh di 18 titik," kata Arif.

Di 18 titik itu tak semuanya dibangun infrastruktur anyar. Di lokasi eksisting juga dilakukan pembaruan peralatan seperti pintu palang. Semua gardu akan dipasang sistem sinyal elektrik kedatangan kereta api.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Kabupaten Karanganyar, Sundoro mengatakan sejumlah perlintasan sebidang KA tak berpalang bakal ditutup di wilayah Karanganyar. Penutupannya seiring pengoperasian 18 titik pengamanan perlintasan tersebut. Secara normatif, jarak pengaman perlintasan sebidang idealnya 800 meter dari jalan raya.

"Tim kabupaten sedang menghitung, kira-kira mana saja yang layak dibangun pengaman perlintasan. Terkait 18 titik pengamanan itu mana saja, kita belum tahu. Lagipula, itu tidak hanya untuk Karanganyar, namun sampai Sragen," katanya.

Sundoro menyebut titik urgen seperti di Desa Pulosari Kebakkramat, masing-masing di Dukuh Waru dan Dukuh Waru Dowakan. (Lim)

BERITA REKOMENDASI