Pancasila Penangkal Maraknya Radikalisme

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penanaman jiwa toleran dan rela berkurban demi kepentingan umum efektif menangkal paham radikal dan ekstrimisme. Hal itu disampaikan para narasumber di acara sarasehan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) 17 Karanganyar, Senin (12/8).

"Membentuk dan meningkatkan SDM yang berkualitas kunci Indonesia maju. Dalam rangka Idul Adha ini, kami mengajak dan melatih rasa toleransi beragama dalam diri Civitas Akademik STIKES 17 guna menangkal radikalisme yang akan merusak bangsa kedepannya,” papar Ketua Yayasan Pendidikan 17 Surakarta, Dr Tatik Suryo MM.

Sarasehan itu mengundang dua pembicara yakni Kasat Intelkam Polres Karanganyar,  AKP Teguh Sujadi dan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Karanganyar, Agam Bintoro, M.Si.

Kajian religi dilaksanakan menyeluruh bagi peserta akademis. Kajian itu disesuaikan keyakinannya masing-masing. Dilanjutkannya, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di Stikes 17 tak sekadar mata kuliah. Namun media menanamkan rasa bela negara dan cinta tanah air.

Sementara, AKP Teguh Sujadi mengatakan paham radikalisme dikhawatirkan merusak pemahaman dan ideologi bangsa Indonesia. Para pendidik harus mengenali ciri-ciri pergerakan radikalisme, supaya menghalau masuknya paham tersebut ke institusi pendidikan. Menurutnya pemuda atau remaja juga rentan sisusupi radikalisme.

“Saya berharap pemuda khusus mahasiswa menjadi benteng dan menolak segala paham radikalisme,” tuturnya. Kabag Kesra, Agam Bintoro mengatakan nilai nilai pancasila harus selalu disosialisasi kepada para pemuda dan masyarakat luas. Apalagi, para mahasiswa yang lahir pada zaman milenial.

“Bukan hanya paham. Akan tetapi harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tandas Agam Bintoro. (Lim)
 

 

BERITA REKOMENDASI