Panglima TNI Siap Bagi Buku Netralitas TNI

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan pihaknya akan membagikan buku panduan netralitas TNI ke 450 ribu prajurit TNI ke seluruh Indonesia. Panglima TNI menegaskan pihak TNI dan Polri sudah bersepakat untuk menjaga netralitas Pilkada maupun Pilpres mendatang 

"Di buku saku itu jelas ada hal-hal yang boleh dan dilarang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dimana sikap TNI jelas yakni netral," tegas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi. M.S. usai kuliah wawasan dan bela negara di kampus UNS, Selasa (20/3).

Panglima TNI menegaskan bila ada prajurit melanggar aturan yang tertulis di buku saku itu sanksinya jelas. "Kalau sanksi ringan saja sudah diberi sanksi tidak naik pangkat atau tidak mendapat kesempatan, apalagi kalau pelanggaran berat ya tahu sendiri (bisa diberhentikan dari TNI.Red),"ujarnya.

"Memang benar ada mantan TNI atau Polri yang ikut berlaga dalam Pilkada. Namun status mereka yang terjun ke politik adalah sipil, silaturahmi memang tetap terjaga dengan para pensiunan TNI -Polri yang terjun di dunia politik, tapi memberi fasilitas jelas tidak bahkan dilarang,"papar Panglima TNI.

Marsekal Hadi juga menegaskan bahwa soliditas TNI – Polri dalam mengawal Pilkada serentak tetap terjaga. Menurutnya, jika soliditas antara TNI dan Polri sudah terjalin, maka Pilkada dipastikan akan berlangsung aman. "Kalau TNI – Polri netral dan solid, keamanan akan terjaga. Rakyat bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan lancar," tegasnya.

Dalam kesempatan berkunjung ke kampus UNS, Panglima TNI sempat ditodong sejumlah mahasiswa agar mau menanda tangani memori of understanding (MOU) antara tuntutan mahasiswa agar mendapat perlindungan keamanan bila mereka kritis baik saat berunjuk rasa maupun bila mengkritiki pemerintah. Namun secara halus Panglima TNI menolak dan mengatakan hal itu agar dipercayakan TNI yang bakal mengedepankan dialog dengan masyarakat termasuk mahasiswa. (Hwa/Qom)

 

BERITA REKOMENDASI