Pantang Menyerah, Para Disabilitas Ini Siap Jadi Pengusaha

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kementrian Sosial melalui program Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Dr Soeharso Surakarta mengadakan pelatihan berkarya 100 penyandang disabilitas di Balai Desa Nangsri, Kebakkramat, Rabu (24/10). Kegiatan ini merupakan kelanjutan pemberian bantuan modal usaha melalui rekening BRI. 

"Sebelumnya, 100 penyandang tuna daksa sudah diberi bantuan berupa uang pembelian alat usaha. Nominal per penerima Rp 1.850.000. Nah, sekarang giliran pendampingan berkelanjutan. Yakni pemberian materi, pelatihan dan praktik usaha," kata Kasi Rehabilitasi Dinas Sosial Karanganyar, Sulistyowati kepada KRJOGJA.com. 

Para penerima pelatihan wajib mengikutinya selama empat hari mulai 24-27 Oktober 2018. Terdapat tiga bidang pelatihan dengan masing-masing instruktur. 

"Tata boga membuat makanan atau kue, barber shop dan teknisi elektronik," katanya. 

Ia memastikan dana stimulan dari Kemensos yang sudah ditransfer ke rekening para peserta tidak akan dikurangi. Seluruh pendampingan berkelanjutan ini merupakan program berpendanaan terpisah dari pemberian dana stimulan. 

"Sebagian besar mereka pekerja. Ada yang di pabrik maupun warung atau kios. Sedangkan pelatihan ini bertujuan menambah keterampilannya," katanya. 

Selama pelatihan, pihak Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Dr Soeharso Surakarta mendatangkan motivator. Perannya menggerakkan semangat berwirausaha para penyandang tuna daksa. (Lim)

BERITA REKOMENDASI