Pantau Stok Obat, Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo Cek Apotek

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo melakukan pengecekan ketersediaan obat dan harga di apotek ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dengan mengecek di Apotek Kimia Farma Sukoharjo, (14/7). Pengecekan serupa juga dilakukan disemua apotek di 12 kecamatan melibatkan Polsek dan Koramil.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, Polres Sukoharjo dan Kodim 0726 Sukoharjo melakukan pengecekan di apotek menindaklanjuti informasi masyarakat terkait kekhawatiran stok dan harga obat ditengah pandemi virus Corona. Masyarakat semakin khawatir karena serang diterapkan PPKM darurat virus Corona.

Pengecekan dilakukan dengan melihat langsung stok obat yang dijual dan harga. Pihak pengelola atau pemilik apotek juga dimintai keterangan terkait kondisi sekarang ditengah PPKM darurat virus Corona.

“Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo cek ke apotek dengan melihat stok dan harga obat ditengah PPKM darurat virus Corona,” ujarnya.

Hasil pengecekan dikatakan Kapolres kondisi masih normal dan tidak ada temuan pelanggaran. Stok obat masih tersedia aman dan harga jual normal karena tidak melebihi ketentuan dari pemerintah.

Kapolres mengatakan, pengecekan dilakukan bersama Dandim 0726 Sukoharjo di Apotek Kimia Farma Sukoharjo. Apotek yang berada ditengah kota disasar karena sering dijadikan tempat rujukan masyarakat mendapatkan obat.

“Kami pastikan normal. Pengecekan stok obat dan harga juga dilakukan disemua apotek di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Petugas akan mengecek di 12 kecamatan. Masyarakat membutuhkan jaminan obat ditengah pandemi virus Corona,” lanjutnya.

Pengecekan apotek dilakukan dengan melibatkan Polsek dan Koramil di 12 kecamatan. Tim gabungan akan turun memantau setiap hari tidak hanya memastikan stok dan harga obat saja, namun juga mencegah terjadinya pelanggaran.

“Apabila nanti ada pelanggaran apotek menimbun dan menaikan harga diluar ketentuan pemerintah maka jelas sanksinya diproses hukum. Jangan memanfaatkan kesempatan mencari untung ditengah kesusahan masyarakat saat pandemi virus Corona,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI