Panwaslu Dapati ASN Hadiri Kampanye Paslon Bupati

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Dua oknum ASN di Kecamatan Jaten dan Tasikmadu kedapatan menghadiri acara kampanye salah satu pasangan calon (paslon) bupati. Laporan dari Panwaslu Karanganyar itu tengah dikaji Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Laporan itu selain dikirim ke BKPSDM juga ke Pjs bupati dan sekretaris daerah. Silakan dari Pemkab mengklarifikasi ke ASN bersangkutan,” kata Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Esye kepada wartawan, Rabu (7/3).

Laporan tersebut merupakan hasil klarifikasi panwas kecamatan terkait kegiatan salah satu paslon di Jaten dan Tasikmadu, pekan lalu. Panwas mengindikasi dua ASN itu melakukan aktivitas dukungan ke salah satu paslon bupati, dimana hal itu sangat terlarang bagi aparatur pemerintah. Ia memastikan laporan berikutnya menyusul, terkait dua lagi ASN terindikasi sama. Mereka bekerja di instansi pemerintah wilayah Gondangrejo dan Colomadu.

“Di Gondangrejo dan Colomadu, ASN itu malah jadi panitia kegiatan kampanye paslon. Kajiannya belum selesai. Laporan ke pembina kepegawaian sekadar fakta di lapangan. Untuk pemberian sanksi, itu ranah Pemkab,” katanya.

Sementara itu Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi bakal meneliti laporan itu sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Pada prinsipnya, ia tak akan tebang pilih jika terbukti para ASN berbuat tidak netral. Samsi mengatakan bakal menghadirkan langsung terlapor ke ranah pembinaan.

“Apakah mereka itu sadar melakukan itu. Atau sekadar gerakan emosional saja? Ini perlu dibedakan. Seperti ketika paslon dan kebetulan itu bupati petahana. Mosok tidak disambut kedatangannya saat di wilayah. Forkopimda juga wajib mengecek keamanan lokasi. Lagipula sebagai orang Jawa, menyambutnya sesuatu yang prinsipil,” katanya.

Sebenarnya, lanjutnya, sosialisasi netralitas ASN sudah berkali-kali disampaikan. Kasus itu diharapkan pembelajaran bagi ASN lain agar hati-hati dan selalu bersikap proporsional dan profesional. (Lim)

BERITA REKOMENDASI