Para Mantan Pejuang Ini Butuh Perhatian

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tak semua pejuang kemerdekaan bernasib mujur di masa tuanya. Beberapa harus tinggal di gubuk reyot dan mengandalkan uluran tangan orang lain.

Waginem (88), warga Kampung Dompon Rt 02/Rw IX Karanganyar tercatat dalam daftar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Ia tinggal bersama putri dan menantunya di sebuah rumah reyot paling ujung di sebuah gang kecil. Saat keluarga besar Polres Karanganyar mengunjunginya, wanita yang puluhan tahun silam ikut berjuang merebut kemerdekaan ini bersusah payah keluar dari biliknya untuk menyambut tamu. Ia harus dipapah karena tak kuat lagi menyangga tubuh rentanya.

Sekiranya, Waginem tahu maksud kedatangan Kapolres AKBP Ade Safri Simanjuntak bersama para perwiranya meski pendengarannya sudah tamat. Usai bungkus mi instan, beras dan kebutuhan dapur diterimanya dari keluarga besar Polres Karanganyar, wanita ini tiba-tiba membusungkan dadanya dan menghormat. Seperti waktu dulu saat dirinya disapa pimpinan pasukan perang kemerdekaan. Sejumlah piagam penghargaan dari pemerintah atas nama dirinya dan suami, Sudjud Cipto Utomo terpasang di dinding kamar.

“Ibu dulu bertugas di dapur umum dan medis. Beliau selalu menyertai bapak yang berjuang di medan perang,” kata Sri Karyaningsih, putri Waginem.

Sri enggan menjelaskan mengapa ibundanya yang sering sakit-sakitan itu mau menumpang di rumah reot miliknya yang berstatus kontrak. Meski sebenarnya, putra putri Waginem hidup sukses di perantauan.

Lain lagi kisah Sugito (93) mantan prajurit di pasukan komando pertempuran Panembahan Senopati yang dipimpin Letkol Slamet Riyadi. Pria sembilan anak itu kini hanya tinggal berdua dengan istrinya, Sukarmi di sebuah rumah yang jauh dari kondisi layak huni di Rt 03/Rw III Jetis, Karanganyar. Sugito begitu antusias menceritakan dirinya berdinas di sejumlah kota bersama para tokoh kemerdekaan. Saat itu, dirinya berpangkat Kopral Satu.

“Tugasya berpidah-pindah. Boyolali, Salatiga, Semarang dan Ambarawa,” tuturnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, para veteran perang membutuhkan kasih sayang di masa tuanya. Hal itu lebih berharga dari sekadar memberikan tunjangan kesejahteraan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Mereka ini pahlawan bagi bangsa dan keluarganya,” katanya.

Selain memberikan tali asih, Polres Karanganyar menunjukkan perhatiannya kepada para veteran melalui rehab rumah tinggal. Di rumah Sugito, para polwan mengecat ulang tembok rumahnya dan memperbaiki genting bocor. (R-10)

BERITA REKOMENDASI