Para Pedagang Mengaku Omset Penjualan Turun

SOLO,KRJOGJA.com – Mengaku omset turun hingga 50 persen, kalangan pelaku usaha di kawasan Jalan Slamet Riyadi sisi Selatan, mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menata ulang taman di sepanjang ruas jalan utama tersebut. Keberadaan taman yang sekaligus menjadi pemisah antara badan jalan dengan city walk, dianggap menjadi menutup muka tempat usaha, selain pula sebagian terkesan kurang terawat.

Dukungan kalangan pelaku usaha yang diwakili 16 orang tersebut, disampaikan kepada Walikota Solo, FX Hadi Rudaytmo, saat beraudiensi di Balaikota, Jumat (2/6/2017). Mereka berkeinginan, penataan ulang taman kawasan city walk dilakukan sebagaimana pada titik depan Loji Gandrung, sehingga mengesankan lebih indah dan lapang.

Sejak jalur lambat sisi Selatan Jalan Slamet Riyadi direvitalisasi menjadi city walk dilengkapi taman berupa aneka jenis tanaman perdu, praktis pandangan muka tempat usaha terhalang tetumbuhan, hingga omset penjualan menurun cukup drastis. Jika kondisi seperti itu tidak segera ditangani, menurut Pawirorejo, salah satu pemilik toko bunga, semakin banyak pelaku usaha menghentikan operasional, karena merugi. Bahkan mereka menyebut, penataan ulang taman kawasan city walk cukup mendesak.

Jika taman kawasan city walk ditata ulang seperti halnya di depan Loji Gandrung, tambah Ninik, pemilik toko pompa air, diyakini akan berimbas pada peningkatan kembali omset penjualan yang menurun sejak beberapa tahun terakhir, sebab lebih gampang dikenali masyarakat. Minimal, penghalang pandangan masyarakat terhadap deretan toko, tak ada lagi, selain pula lingkungan menjadi lebih indah dan luas.

Menanggapi dukungan kalangan pelaku usaha, Walikota FX Hadi Rudyatmo menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) solo memang sudah merencanakan penataan ulang taman city walk, dengan konsep terbuka. Sementara ini, penataan memang masih fokus di depan Loji Gandrung, dan secara bertahap dilakukan pula di seluruh taman di sepanjang city walk Jalan Slamet Riyadi.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI