Pasar Desa Berperan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keberadaan pasar desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan hasil pendapatan asli desa. Pemkab Sukoharjo sangat mendorong terwujudnya hal tersebut. Seperti yang dilakukan terhadap Pasar Desa Weru di Desa Weru, Kecamatan Weru.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Selasa (21/1) mengatakan, potensi pasar tradisional sangat besar baik pasar yang dikelola Pemkab Sukoharjo maupun kewenangan pemerintah desa. Karena itu keberadaan pasar tradisional harus terus dijaga dan didorong agar lebih maju.

Disejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo diketahui masih memiliki pasar tradisional. Pasar tersebut ada sudah sejak lama hingga sekarang. Ditempat itu menjadi pusat pertemuan antara pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi ekonomi.

“Terciptanya percepatan peningkatan ekonomi ditingkat desa dimulai dari keberadaan pasar tradisional milik desa. Keberadaanya memiliki peran penting bagi masyarakat setempat, pemerintah desa dan ekonomi dalam skala lebih besar Pemkab Sukoharjo,” ujarnya.

Pergerakan roda ekonomi juga mampu meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian maka angka kemiskinan bisa menurun. Disisi lain pemerintah desa dengan kepemilikan pasar bisa meningkatkan pendapatan asli desa.

“Tidak hanya masyarakatnya saja namun pemerintah desa juga menjadi lebih maju karena memiliki sumber pendapatan asli desa secara mandiri,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo meminta kepada pemerintah desa agar terus mempertahankan keberadaan pasar desa. Disisi lain organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menangah Sukoharjo juga sudah diminta secara resmi melakukan pendampingan. Tujuannya agar pengelolaan pasar sesuai dengan ketentuan beralu. Disisi lain apabila ada kendala maka bisa dilakukan pembinaan.

“Seperti di Pasar Desa Weru. Pasar tradisional ini memiliki peran penting memajukan ekonomi,” lanjutnya.

Kepala Desa Weru, Kecamatan Weru, Mudjiman mengatakan, pembangunan Pasar Desa Weru menghabiskan biaya Rp 300 juta bersumber dari anggaran desa. Pembangunan dimulai sejak Mei 2019 dan dapat diselesaikan sesuai ketentuan. Pasar dibangun di atas lahan sekitar 521 meter persegi dan memiliki tujuh kios dan sejumlah los.

Pasar desa selanjutnya dapat digunakan aktifitas pedagang untuk berdagang. Pemerintah Desa Weru sangat berharap keberadaan pasar tradisional yang dimiliki mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Tidak terkecuali menjadi sumber pendapatan asli desa setempat.

“Roda ekonomi masyarakat akan terus bergerak seiring keberadaan pasar tradisional milik desa ini. Sebab sektor perdagangan akan bangkit sekaligus memberdayakan masyarakat meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI