Pasar Kabangan dan Jongke Diintegrasikan, Investor Bakal Merapat

SOLO, KRJOGJA.com – Pasar Kabangan yang bersebelahan dengan Pasar Jongke, akan dintegrasikan dengan menempati lahan seluas 1,7 hektare. Berbeda dengan revitalisasi pasar tradisional selama ini yang dibiayai pemerintah, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), integrasi Pasar Kabangan dan Pasar Jongke, menggunakan pola investasi.

Hanya saja, pedagang lama tetap dibebaskan dari beban pembelian kios, jelas Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Yulistyanto, menjawab wartawan, di Balaikota, Selasa (20/2/2017), sebagaimana diberlakukan pada revitalisasi pasar tradisional lainnya. Investor dalam hal ini, diberikan hak pengelolaan selama 20 tahun dengan sistem bangun guna serah, serta menjual kios kepada pedagang baru.

Sejauh ini, menurut Budi, Pemkot Solo masih mencari investor yang bersedia membangun Pasar Kabangan dan Pasar Jongke. Kalangan investor, pada umumnya memang menginginkan pedagang lama tetap dibebani biaya pembelian kios, kendati dengan harga khusus, namun Pemkot Solo tetap berkeinginan pedagang lama memperoleh kios atau los secara gratis.

Perbedaan tersebut, diakuinya menjadi kendala tersendiri untuk mendapatkan investor integrasi Pasar Kabangan dan Jongke yang diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 200 miliar. Beberapa kali, sejumlah investor yang sempat mengajukan penawaran, akhirnya mundur karena perbedaan prinsip terkait sistem penempatan pedagang lama.

"Pada prinsipnya, Pemkot Solo tetap berkomitmen untuk membebaskan dari segala biaya bagi pedagang lama," ujarnya sembari berdalih, revitalaisasi pasar tradisional bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Rencananya, lahan bekas Pasar Kabangan, hendak dijadikan taman kota dilengkapi wahana permainan anak-anak, sedangkan Pasar Jongke diperluas ke arah barat, dengan memanfaatkan lahan bekas Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Jongke yang telah dikosongkan beberapa pekan lalu. Meski begitu, Budi belum bisa memastikan realisasi rencana itu, sebab mencari investor dengan pola sebagaimana diinginkan pemkot Solo, bukan persoalan gampang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Subagyo menyebutkan, rencana integrasi Pasar kabangan dan Jongke sudah ditawarkan keapda inevstor sejak beberap athun lalu, namun belum juga membuahkan hasil. Tahun 2018 ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS), kembali membuka penawaran kepada calon investor baik skala lokal maupun nasional.(Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI