Pasar Klewer Tandingan Dibangun di Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen membutuhkan anggaran hingga Rp 200 miliar untuk revitalisasi Pasar Kota menjadi pasar rakyat bernuansa mal. Pasar yang berada di Jalan Raya Sukowati Sragen ini dirancang menjadi Pasar Klewernya Sragen dengan tiga lantai.

Rencana revitalisasi pasar terbesar di Sragen ini disampaikan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di hadapan 1.220 orang pedagang Pasar Kota dan Shopping Center Sragen yang dikumpulkan di Gedung Kartini, beberapa waktu lalu. Diharapkan revitalisasi pasar ini bisa dilakukan secepatnya karena detail enginering design (DED) sudah selesai dibuat.

Menurut Yuni, nantinya berbagai fasilitas akan dibangun seperti eskalator datar yang menghubungkan lantai II dan lantai III, arena bermain anak, dan food court. Para pedagang di lantai I bisa melihat aktivitas di lantai II dan lantai III dengan ruang terbuka yang didesain seperti mal.

"Saya belum izinkan mal atau minimarket modern di Sragen. Seiring dengan operasional jalan tol Solo-Kertosono (Soker), Kota Sragen harus memiliki wajah baru dan menjadi daya tarik warga luar Sragen," ujarnya.

Sejauh ini, jelas Yuni, berbagai perbaikan kawasan kota sudah dilakukan termasuk penataan Alun-alun yang sudah bebas PKL (pedagang kaki lima). Sekarang giliran Pasar Kota yang akan direvitalisasi dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.

"Nantinya juga ada sentra batik di pasar itu sebagai alternatif Pasar Klewer Solo tentunya. Apalagi tempat parkiranya dirancang berkapasitas sampai 150 mobil dan 300 motor," jelasnya.

Yuni mengajak para pedagang bersama-sama menata Pasar Kota. Dana miliaran rupiah dari pemerintah tidak ada gunanya kalau pembangunan pasar tidak didukung pedagang. "Atas dasar itulah, kami melibatkan para pedagang untuk ikut menata Pasar Kota bersama-sama," tambahnya.

Tenaga Ahli Arsitek CV Trimassa Arkheplana Sragen selaku rekanan perencana, Tias Indra Himawan, menjelaskan DED revitalisasi Pasar Kota sudah selesai digarap. Kondisi Pasar Kota sekarang yang parkirnya tidak tersentral serta fasilitas talang air hujan juga tidak tersentralisasi dengan baik. Akibatnya kalau hujan deras dipastikan banyak genangan air di dalam pasar.

"Revitalisasi pasar nanti jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Kami mengakomodasi kepentingan pedagang. Pedagang lama semua di lantai I. Luas dan lokasi kios/los pedagang tidak berubah," tuturnya.

Tias menyampaikan sistem zonasi pedagang juga tetap. Areal parkir harus di lantai III supaya pedagang bisa laku dan pengunjung harus turun ke lantai II dan I untuk berbelanja. Perencanaan revitalisas pasar itu, kata dia, berorientasi 20-30 tahun ke depan dan targetnya Pasar Kota jadi pusat perekonomian di Sragen.

"Di bawah nanti tidak ada lahan parkir seperti sekarang tetapi ada fasilitas untuk bongkar muat barang," tegasnya.

Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Rahmadi WD menjelaskan DED sudah selesai dikerjakan oleh pihak rekanan. Revitalisasi pasar masih menunggu anggaran karena belum dianggarkan di APBD 2018. Dia mengungkapkan kebutuhan anggaran dalam DED mencapai Rp 200 miliar.

"Kebutuhan anggarannya tidak mungkin hanya mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) tetapi dibutuhkan bantuan dari pemerintah pusat. Untuk pekerjaannya juga tidak bisa selesai dalam satu tahun anggaran tetapi menggunakan sistem penganggaran tahun jamak atau multiyears," ujarnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI