Pasar Murah di Desa Macanan Tanpa Kartu Kendali

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jenis komoditas gula, beras dan minyak goreng paling diminati warga pengguna subsidi pasar murah yang berlangsung di Desa Macanan, Kebakkramat, Senin (05/06/2017). Pelaksanaan program itu di putaran pertama relatif lancar meski panitia tak memberlakukan pembelian dengan kartu kendali.

Pantauan KRJOGJA.com, tak semua stan penjualan enam jenis barang di aula Balai Desa Macanan dipadati warga. Kaum ibu rumah tangga yang mengikuti pasar murah kebanyakan mengerumuni stan penjualan gula, beras dan minyak goreng.

Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar menyiapkan 1,1 ton gula, 1,5 ton beras, 200 kemasan minyak goreng ukuran 900 mililiter dan 300 botol sirup. Kemudian 250 pres teh masing-masing isi 10 biji dan 55 dus mi instan isi masing-masing 40 bungkus.

Di pertengahan gelar pasar murah, beras, gula dan minyak goreng ludes terbeli. Sedangkan teh, sirup dan mi instan juga habis dengan cara memperpanjang jam buka pasar murah hingga pukul 09.30 WIB dari seharusnya pukul 09.00 WIB.

"Buka stan dimulai pukul 08.00 WIB. Kami menjual enam paket sembako. Minat masyarakat berlainan untuk membelinya. Namun paling banyak memang beras, minyak goreng dan gula," kata Kabag Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Budi Supriyono.

Awalnya, panitia memang merencana pemberlakuan kartu kendali untuk mengantisipasi dobel pembelian. Namun hal itu tidak diberlakukan di Desa Macanan karena masyarakat tertib. Babinsa dan Babinkamtibmas serta aparat pemerintah desa mengenali warganya sehingga sulit bagi tengkulak beraksi di pasar murah.

Seorang ibu rumah tangga asal Dusun Jasan, Macanan, Sriyani (45) mengatakan, ia membeli semua barang yang ditawarkan di pasar murah. “Bawa uang Rp 300 ribu dari rumah dihabiskan di sini. Mumpung murah, selisihnya Rp 2 ribu untuk gula dan Rp 3 ribu untuk beras dibandingkan harga pasar. Satu pembeli dijatah 5 kilo beras Rp 35 ribu, dua bungkus migor Rp 20 ribu, teh dua pres, satu botol sirup dan 10 bungkus mi instan,” katanya.

Sriyani membawa serta dua anggota keluarganya, dimana masing-masing membeli barang serupa dirinya. Ditanya pemanfaatan sembako subsidi itu, Sriyani mengaku dikonsumsi sendiri. “Bukan buat kulakan, memang sengaja bawa adik dan kakak saya. Tapi itu untuk keperluan dapur sendiri,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Pemkab Karanganyar menggelar pasar murah di 18 lokasi mulai Senin (05/06/2017) sampai Rabu (21/06/2017). APBD 2017 mengalokasikan subsidi Rp 300 juta untuk kegiatan tersebut. (R-10)

BERITA REKOMENDASI