Pasar Murah Migor Subsidi di Mojogedang Diserbu Emak-emak

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pasar murah minyak goreng subsidi di Desa/Kecamatan Mojogedang menjadi ajang mengumpulkan kebutuhan dapur untuk ramadan nanti. Tiap warga menggunakan jatah maksimal pembelian minyak.

“Dijatah per kupon empat liter. Saya beli semua. Kebanyakan juga begitu. Mumpung murah. Di pasaran enggak boleh lagi harga segitu,” kata Dwi Hartanti (26) warga setempat kepada KR di aula kantor Desa Mojogedang, Jumat (18/03/2022).

Bagi dirinya, sembako harus tersedia selama ramadan yang tinggal menghitung hari. Ia sempat khawatir migor tetap langka di momen itu. Meski saat ini sudah tersedia melimpah, namun harganya di swalayan mahal. Adanya pasar murah migor memberinya angin segar.

“Dijatah empat liter. Kira-kira cukup sebulan. Mau dipakai ramadan nanti. Diirit betul pakainya. Sebab kalau di luar mahal. Di sini masih Rp14 ribu per liter,” katanya.

Ia rela mengantre sejak pukul 07.00 WIB di balai desa atau sejam sebelum pasar murah dibuka pukul 08.00 WIB. Disediakan 1.500 paket hanya bagi warga desa setempat. Warga terlebih dulu membawa kupon dilengkapi foto kopi KTP ke meja panitia.

Setelah ditunjukkan, lalu membayar Rp56 ribu kemudian kuponnya distempel. Lalu mereka bergeser untuk menebusnya di meja selanjutnya. Pantauan di lokasi, warga sampai tergopoh-gopoh membawa migor. Terutama yang menukarkan kupon dobel karena pesanan tetangga yang tak bisa datang.

Warga Mojogedang, Dwi Hartanti (26) mengaku sangat antusias mendapatkan minyak goreng kemasan dengan harga murah. Sebab harga minyak goreng kemasan berbagai merek di pasaran sudah mencapai Rp23.700 hingga Rp24.000 per liternya. “Dapat minyak goreng murah. Saya dapat delapan liter minyak goreng. Empat liternya titipan simbah,” kata dia.

Migor yang didapatkan tidak akan dihabiskan cepat-cepat. Tapi diirit supaya mencukupi kebutuhan dapur saat ramadan.

Penjualan migor subsidi ini difasilitasi Ketua DPRD Bagus Selo dan Anggota Fraksi PDIP Karanganyar Boby Aditya Putra. Boby berharap distributor rekanannya masih memiliki stok melimpah.

“Kita upayakan karena kebutuhan warga tinggi sedangkan harga di luar sudah mahal. Ini masih pakai yang kemasan bersubsidi,” katanya.

Di Mojogedang, ia menyalurkan 6.000 liter atau 1.500 paket. Guna mengantisipasi kerumunan dan kericuhan, ia dibantu 40 relawan Rejo Semut Ireng serta perangkat desa yang menata antrean, penjualan dan area parkir. (Lim)

BERITA REKOMENDASI