Pasar Murah Ramadan Diadakan di 17 Kecamatan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Komoditas pangan dijual murah di pasar Ramadan Pemkab Karanganyar di 17 kecamatan. Di tiap lokasi penyelenggaraan, serapannya tak sama.

“Lokasinya, tiap kecamatan diambil satu desa/kelurahan. Ditambah sekali di Gedung Wanita pada akhir ramadan. Hingga hari kelima, ternyata serapannya tidak sama untuk tiap lokasi pasar murah,” kata Kepala Sub Bagian Perekonomian Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Desi Pramudiastuti kepada wartawan di gedung serbaguna Desa Dagen, Jaten kepada wartawan.

Di lokasi ini, penjualan minyak goreng dan gula pasir laris manis. Tiap pembeli dijatah maksimal menebus 5 kilogram gula dengan harga Rp 11 ribu perkilo dan dua kemasan minyak goreng ukuran 900 ml dengan harga Rp 9 ribu per kemasan. Selain itu, beras juga diminati. Beras kualitas medium-premium dijual Rp 8 ribu perkilo dengan jatah maksimal pembelian 10 kilo. Ia mengatakan, penjualan di Mojogedang dan Kerjo pada hari sebelumnya tak sebagus di wilayah perkotaan.

“Banyak yang beli beras saat pasar murah di Ngasem, Colomadu dan Dagen, Jaten. Namun, di Mojogedang hanya laku 25 kilo dan Kerjo 110 kilo. Padahal di tiap lokasi, kami menyiapkan 1 ton lebih beras,” katanya.

Ia menengarai hal itu dipicu ketersediaan beras cukup usai panen di sebagian daerah di Karanganyar. Terutama di daerah lumbung padi seperti di Mojogedang, Jumanton, Kerjo, Tawangmangu dan Karangpandan. Ia juga mengatakan arisan pangan yang diikuti sebagian masyarakat, menurunkan minatnya mengikuti pasar murah.

“Ada yang ikut arisan gula, akhirnya gula di pasar murah kurang laku,” katanya.

Di tiap lokasi, stok yang disiapkan selain beras yakni 930 kilo gula, 396 kemasan minyak goreng, 1.460 bungkus mi instan, 2.520 bungkus teh. Subsidi Pemda di agenda rutin selama ramadan ini Rp 300 juta.

Seorang ibu rumah tangga asal Songgorunggi, Dagen, Wiji (50) mengatakan dirinya membeli 10 kilo beras, gula 10 kilo, dan dua kemasan minyak.

“Di pasaran, beras kualitas ini Rp 10 ribu. Rata-rata barang di sini lebih murah Rp 2 ribu-Rp 4 ribu dari harga normal. Lumayan juga buat berhemat,” katanya.

Warga Songgorunggi lainnya, Surani (40) mengatakan informasi pasar murah disiarkan di grub whatsap

PKK desa.

“Di grub WA tadi pagi. Kami bersama-sama ke sini. Enggak jauh dari rumah,” katanya.

Ditemui di sela pantauan pasar murah, Camat Jaten Aji Pratama Heru K mengatakan penyelenggaraannya di gedung serba guna bukan tanpa alasan. Di lokasi itu, terdapat 73 keluarga terdampak perluasan Stasiun Palur yang membutuhkan bantuan.

“Mereka perlu sembako dan bahan makanan murah. Selain itu, pasar murah oleh Pemda di Dagen belum pernah,” katanya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI