Pasien Covid-19 Naik, Bupati Yuli Geram Pemudik Tidak Jujur

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penularan Covid-19 dari klaster pemudik semakin parah. Dalam waktu sepekan, jumlahnya melonjak signifikan. Bupati Karanganyar Juliyatmono menyebut pemudik abai protokol kesehatan memicu penularannya.

“Pemudik kalau jujur, lebih mudah trackingnya. Kemarin itu banyak yang enggak jujur. Pulang kampung langsung beraktivitas kemana-mana dan enggak isolasi mandiri. Saat mereka ketahuan terpapar Covid-19, ternyata sudah bebas bergaul ke mana-mana. Akhirnya keluarganya tertular,” katanya kepada KR di kantornya, Rabu (1/7).

Ia meyakini berulangkali mengimbau pemudik memeriksakan diri di fasilitas kesehatan kemudian mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Mereka baru dapat boleh beraktivitas di luar, setelah dipastikan sehat usai menjalani isolasi mandiri.

Tercatat, pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 10 orang pada Selasa (30/6) pukul 16.00 WIB. Hingga akhir pekan lalu, jumlahnya masih 5 orang. Penambahannya cukup signifikan hanya dalam hitungan kurang dari sepekan. Penanbahannya dari wilayah Jumapolo dan Tasikmadu. Yuli, sapaan akrabnya mengatakan, kontak erat dengan pasien positif Covid-19 menjadi penyebab utama penularannya. Pasien tersebut merupakan pemudik dari Jawa Timur.

“Jadi, mereka itu positif karena berinteraksi dengan pasien positif,” katanya.

BERITA REKOMENDASI