PB XIII Masih Sibuk Ritual, Tunda Setujui UPT

SOLO, KRJOGJA.com – Dalam pertemuan tertutup di Sasana Narendra Kraton Kasunanan Surakarta, kembali Raja Kraton Kasunanan Surakarta ISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi mengulur waktu untuk menanda tangani surat kuasa sebagai landasan pembentukan unit pengelola teknis (UPT) yang akan mengelola Kraton Kasunanan Surakarta, Senin (02/10/2017) petang.

PB XIII dalam  rapat bersama dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jendral (Purn) Subagyo HS,  utusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta  wakil Kementerian Pariwisata, di Sasana Narendra Kraton Kasunanan Surakarta, Senin (02/10/2017), pihak PB XIII belum juga mau menanda tangani surat kuasa yang merupakan pintu masuk untuk pembentukan UPT.

Anggota Wantimpres Jendral (Purn), Subagyo HS usai rapat tertutup di Sasana Narendra,  Senin (02/10/2017) mengatakan pihaknya memaklumi bulan Sura ini merupakan bulan sibuk bagi kerabat kraton Surakarta dan PB XIII karena  banyak ritual yang harus dilaksanakan selama Sura, seperti  ritual adat di gunung dan  di laut serta petilasan kraton dinasti Mataram.

"Namun yang jelas Sinuhun (panggilan PB XIII) telah sepakat akan menanda tangani surat  kuasa yang dilanjutkan pembentukan UPT  kepada pemerintah pada tanggal 20 Oktober mendatang,” ujar Subagyo HS.

Dalam proses pembentukan UPT ini, PB XIII diketahui telah membentuk tim asistensi internal yang diketuai KGPH Benowo. Tim asistensi internal keraton bakal  dilantik oleh PB XIII, tanggal 8 Oktober mendatang dan bertanggung jawab membentuk bebadan kraton Surakarta yang nantinya bekerja sama dengan UPT.

Pertemuan antara tim asistensi pihak pemerintah dengan pihak tim asistensi internal keraton sudah diagendakan sejak 13 September lalu. Namun, tidak semua adik PB XIII termasuk KGPHPA Tedjowulan mendapatkan undangan dari Wantimpres terkait pertemuan kemarin. Subagyo mengakui  pihak internal kraton yang hadir dalam pertemuan kemarin adalah orang-orang tertentu yang ditunjuk Raja PB XIII.

Sementara Panembahan Agung Tedjowulan melalui juru bicaranya  KRT Bambang Pradoto, dihubungi wartawan secara terpisah, Senin (02/10/2017) mengatakan pihaknya semula dalam  rapat antar tim asistensi itu  tidak diundang.
“Namun  kami baru saja mendapatkan informasi dari pihak Kemendagri bahwa Panembahan Agung Tedjowulan juga masuk dalam tim asistensi yang dibentuk PB XIII,” ujar Bambang Pradotonagoro.

Kendati demikian, Bambang menyayangkan karena Panembahan Agung Tedjowulan selaku orang kedua di kraton Surakarta setelah PB XIII, mengapa tidak dilibatkan dalam pertemuan penting yang membahas perkembangan pembentukan UPT kraton Surakarta. Bambang menambahkan Panembahan Tedjowulan begitu intensifnya memikirkan perkembangan kraton Surakarta ke depan.  

“Kalau ada undangan , namun Panembahan misalnya tengah sakit,  pasti akan mengirim utusan untuk ikut rapat,” papar Bambang.

Sementara Subagyo menambahkan, meskipun pembentukan UPT kraton Surakarta ini terus menerus tertunda namun dia memastikan bahwa setiap pertemuan selalu ada kemajuan signifikan.

“Saya yang bertanggung jawab. Bahkan untuk pertemuan kali ini saya yang mengundang. Jangan dibilang molor terus, kami pastikan tanggal 20 Oktober besok Sinuhun PB XIII sudah mau menanda tangani surat kuasa,” ujarnya.

Seperti diketahui, pembentukan UPT kraton Kasunanan Surakarta atau yang nantinya disebut dengan Balai Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (BPKCBK2S) membutuhkan  surat kuasa yang ditanda tangani Raja Kraton Surakarta ISKS PB XIII. Meski telah digelar pertemuan hingga empat kali dan didatangi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, namun PB XIII terkesan mengulur waktu.

Sumber KRJOGJA.COM menyebutkan PB XIII mau menanda tangani surat kuasa tapi juga sekaligus sebagai pihak pengambil keputusan untuk menentukan personil siapa yang duduk dalam bebadan yang bakal bekerja sama dengan UPT yang diisi personil dari pemerintah yang menguasai dalam penentuan anggaran APBN maupun APBD untuk pembangunan kraton Surakarta.(Hwa)

 

BERITA REKOMENDASI