PB XIII Tempuh PK Menyusul Keluarnya Putusan MA

Ferry sempat mempermasalahkan ada pihak yang menyebut Sinuwun (panggilan PB XIII) cacat permanen. ” Tidak benar kata cacat permanen, itu kalimat tidak ada bukti nya.
Saya bandingkan dengan Gus Dur semasa hidupnya, PB XIII masih bisa melihat dan beraktifitas biasa,” ujar Ferry.

Sementara KP Gus Nuril Arifin Hussein menghimbau terkait adanya rencana somasi terhadap 13 media supaya dibatalkan saja, malah kontraproduktif itu. “Tempuh prosedur hak jawab itu malah selesai,” papar mantan wartawan Kedaulatan Rakyat Biro Semarang itu.

Gus Nuril juga menyarankan agar dipikirkan resolusi konflik, jangan melingkar-lingkar pada saling menyalahkan dua kubu (PB XIII dan Gusti Moeng.Red). Saya malah usul mari yang konflik menghadap ke bapak Presiden Jokowi yang beliau dari Solo tentu tahu bagaimana merukunkan keluarga kraton peninggalan dinasti Mataram. Bahkan kepada pak Jokowi bisa minta status Daerah Istimewa Surakarta (DIS) sesuai sejarah Bung Karno presiden pertama peŕnah menjanjikan DIS setara dengan Daerah Istimewa Yogyakarta,”ujar Kyai Nahdatul Ulama (NU) itu.

Saat menerima info ada perlakuan kurang mengenakkan pada jurnalis saat melakukan peliputan di Kraton Surakarta, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Khusus Surakarta Anas Syahirul mengatakan pihaknya bakal memperkarakan pihak yang semena-mena terhadap wartawan. “Biar mereka juga tidak semena mena dengan profesi kita.” tutur Anas.

Sementara KRjogja.com yang mengkonfirmasi kepada pihak Gusti Moeng, diterima Direktur Lembaga Hukum Kraton Kasunanan Surakarta KP Dr Eddy Wirabumi serta dua lawyer yang membela perkara kraton Surakarta yakni Arif Sahoedi dan Sigit N Sudibyanto.

Menurut Dr Eddy Wirabumi diperkuat Arif dan Sigit, dalam putusan MA itu tidak usah disebut siapa yang kalah, siapa yang menang. ” Justru sekarang, setelah belasan tahun konflik keluarga kraton Surakarta seolah tidak ada ujungnya, putusan MA ini malah bisa dijadikan payung hukum untuk menaungi rekonsiliasi dengan cara biar Sinuwun PB XIII ketemu dengan adik kandungnya sendiri, Gusti Moeng. Biar dua gusti trah Mataram itu bertemu dan saling kembali rukun,” paparnya. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI