PDAM Sragen Manfaatkan Air WKO

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen terus mengupayakan pemanfaatan air dari Waduk Kedung Ombo (WKO). Ditargetkan paling lambat 2019 mendatang, air WKO sudah bisa dimanfaatkan untuk melayani pelanggan dengan alokasi hingga 150 liter perdetik.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Sragen, Supardi kepada wartawan Rabu (24/01/2018) mengatakan, proses pengajuan untuk pemanfaatan air WKO sudah dilakukan sejak lama dan tinggal melengkapi sejumlah berkas. Beberapa berkas untuk dilengkapi di antaranya Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA) dan setelah itu menjadi tugas dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk mengeluarkan izin.

Menurut Supardi, nantinya aliran air WKO selain untuk melayani pelanggan baru, juga akan dipakai untuk mengganti posisi sumur dalam yang saat ini dipakai PDAM Tirto Negoro. "Targetnya 2019 sudah beroperasi. Dari neraca air, jumlah yang memungkinkan untuk Sragen memang 150 liter/detik. Setiap liter perdetiknya, bisa untuk melayani kebutuhan 100 rumah," ujarnya.

Dijelaskan Supardi, air WKO nanti akan digunakan untuk melayani pelanggan di Kecamatan Sumberlawang, Gemolong, Miri dan Tanon serta sebagian Sukodono. Selain dari WKO, PDAM Sragen di tahun 2019 juga akan mendapatkan tambahan pasokan sumber air baku dari Waduk Gondang, yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar.

Dari neraca air, Sragen nantinya bakal mendapat jatah air dari Waduk Gondang sebesar 100 liter/detik. Awalnya, Sragen mendapatkan jatah 200 liter/detik, tapi kemudian harus berbagi dengan Karanganyar sehingga jatahnya menjado 100 liter/detik. "Nantinya air dari Waduk Gondang sebagian kecil untuk susbtitusi, dan yang terbesar untuk pengembangan pelayanan di Kecamatan Kedawung yang sumber airnya sulit," tegasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI