PDIP Sragen Kumpulkan Politisi Senior

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sejumlah tokoh senior PDI Perjuangan Sragen berkumpul di rumah dinas (rumdin) Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sragen, Selasa (20/06/2017). Para tokoh dan politisi senior yang sempat merasakan jatuh bangunnya perjuangan PDIP ini kompak mengenakan seragam putih-putih.

Mereka di antaranya tokoh reformasi asal Sambirejo, Sunardji, Pambudi Prayoga, Agus Prawoto, Azhar Astika dan sederet politisi sepuh lainnya. Kehadiran mereka melengkapi deretan nasionalis muda yang juga dikenal dekat dengan PDIP seperti pengusaha Budiono Rahmadi dan beberapa tokoh muda jebolan sekolah politik yang dirintis HIPMI Sragen.

Tak lupa sejumlah pengurus fungsionaris DPC dan PAC PDIP lengkap hadir memeriahkan agenda dadakan tersebut. "Sebenarnya agendanya tidak mendadak. Tapi kebetulan pas kita undang untuk silaturahmi, semua antusias datang. Alhamdulilah fungsionaris DPC lengkap kecuali dua orang yang tidak datang seorang sekretaris dan seorang wakil ketua,” ujar Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto.

Menurut Bambang, agenda bertajuk malam ‘Bulan Bung Karno’ ini sengaja digelar untuk memeringati Bulan Bung Karno yang memang jatuh pada bulan Juni. Selain itu, acara dibarengkan dengan silaturahmi sekaligus buka bersama dengan jajaran struktural PDIP Sragen serta berbagai elemen maupun politisi muda.

Bambang menyampaikan politisi senior PDIP sengaja dihadirkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan perjuangan mereka yang telah berjasa besar menancapkan tonggak sekaligus membesarkan PDIP di Bumi Sukowati. Selain itu, para politisi senior diharapkan bisa menularkan wejangan dan mewariskan semangat nasionalis ala Bung Karno kepada generasi muda.

Menurutnya semangat nasionalisme yang pernah dikobarkan pahlawan proklamator RI itu memang harus tetap dijaga dan dipupuk untuk menjaga semangat persatuan di negeri ini. Dalam kesempatan itu, Azhar Astika mendapat kesempatan sebagai pembicara dan menekankan pentingnya menjaga semangat nasionalisme dan Pancasila di tengah kondisi bangsa yang belakangan didera ancaman disintegrasi. (Sam)

BERITA REKOMENDASI