PDM Karanganyar Dalami Dugaan Pungli BOP PAUD

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar mendalami dugaan pungutan liar yang dialami sekolah TK Aisyiyah di Colomadu. Kasus ini bermula dari keresahan para guru yang didatangi oknum pegiat LSM dan wartawan sebuah tabloid yang ujung-ujungnya dimintai sejumlah uang.

Sekretaris PDM Karanganyar Sarilan M Ali mengatakan telah menurunkan tim pencari fakta di Colomadu.
“Jika ditemukan delik hukumnya, akan kami laporkan ke polisi oknum-oknum yang meresahkan itu,” kata Sarilan kepada wartawan di kantor PDM Karanganyar, Senin (29/6).

Bersama lembaga bantuan hukum PDM, Sarilan mengklarifikasi keterangan Yulianto, pria yang mengaku dirinya mediator S, oknum wartawan tabloid ‘TS’. Yulianto menjembatani komunikasi antara S dengan personel pengawas pendidikan di Colomadu dalam sebuah pertemuan. Dalam forum tersebut diduga terjadi tawar menawar ‘tali asih’. Sebelumnya, para guru mengaku resah didatangi oknum LSM dan wartawan itu dengan menyodorkan data dugaan penggelembungan BOP Paud.

“Meski guru, mereka itu ibu-ibu. Kalau didatangi dengan tuduhan seperti itu juga takut. Hasil penelusuran kami, ada 11 TK yang diminta menyetor sejumlah uang supaya oknum LSM dan wartawan itu tidak lagi mengusiknya,” katanya.

Sementara itu menurut pengakuan Yulianto, ia tidak mengajukan nominal rupiah ‘tali asih’. Justru tawaran itu datang dari personel pengawas pendidikan yang menginginkan tak lagi diusik tuduhan meresahkan.
“Saya tidak menyebut angka. Dari UPT bilang, uangnya supaya diberikan ke Koko (S). Saya enggak bisa memutuskan nominalnya,” katanya.

BERITA REKOMENDASI