Pecah Kemacetan, Simpang Empat BI Difungsikan Lagi

SOLO, KRJOGJA.com – Simpang empat Bank Indonesia (BI) yang ditutup sejak belasan tahun silam, difungsikan kembali, untuk memecah kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan terkait pengerjaan Koridor Sudirman. Hanya saja, manajemen rekayasa lalu lintas baru ini, bersifat sementara hingga proyek pembangunan Koridor Sudirman rampung sekitar enam bulan ke depan.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub), Ari Wibowo, menjawab wartawan, di sela memantau pengoperasian kembali simpang empat BI, Selasa (15/1/2019), menjelaskan, pengerjaan proyek Koridor Sudirman yang disertai dengan penutupan total Bunderan Gladag, memang berdampak pada penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Arus kendaraan dari arah Utara dan Timur ke arah Jalan Ronggowarsito yang semula memutar di Bunderan Gladag, harus memutar melalui kawasan Pasar klewer, memasuki Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Sudirman.

Arus kendaraan dari arah Utara dan Timur tersebut, ketika memasuki kawasan jalan Slamet Riyadi bersinggungan dengan arus kendaraan lain dari arah Barat, sehingga terjadi penumpukan di sekitar Bunderan Gladag. Padahal, ruas Jalan Jenderal Sudirman tinggal menyisakan lebar sekitar enam meter, karena pengerjaan Koridor Sudirman yang dimulai dari sisi tengah.

Setelah simpang empat BI difungsikan kembali sejak Selasa (15/1/2019) pagi, jelas Ari, terpantau arus lalu lintas baik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun ruas jalan lain di sekitar, cenderung lancar. Dalam hal ini, arus kendaraan dari arah Utara maupun Timur menuju Jalan Ronggowarsito, terakomodasikan lewat simpang empat. Bahkan arus kendaraan dari arah Selatan yang hendak menuju Jalan Kumanto, juga terakomodasikan, tanpa harus memutar melalui Tugu Pamandengan seperti sebelumnya.

Pada jam-jam awal simpang empat BI dioperasikan, tambah Ari, memang masih ada pengendara menerobos Alat Pengatur Isyarat Lalu lintas (Apil), karena faktor hapalan. Artinya, selama belasan tahun simpang empat BI beserta Apil tak difungsikan, sehingga sebagian pengendara tak menyadari adanya lampu pengatur lalu lintas itu. "Pada jam-jam awal kami tempatkan petugas pada setiap sudut simpang empat untuk sosialisasi, tapi mulai pulul 08.00 petugas ditarik ke tepi sekadar melakukan pemantauan," jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, menurut Ari, pihaknya tetap menerjunkan petugas di sekitar simpang empat BI, untuk melakukan pemantauan. Mungkin butuh waktu hingga dua pekan, hingga seluruh pengguna jalan terbiasa dengan manajemen rekayasa lalu lintas baru di kawasan simpang empat BI, hingga tak perlu lagi ditempatkan petugas.(Hut)

BERITA REKOMENDASI