Pedagang Oprokan Wajib Jualan Didalam Pasar Ir Soekarno

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Kota selesai melakukan pendataan terhadap semua pedagang oprokan. Mereka selanjutnya wajib masuk ke dalam lingkungan pasar. Apabila tidak maka pedagang oprokan dilarang berjualan dan diminta meninggalkan lokasi.

 

Lurah Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo Kota, Tri Sukrisno, Senin (4/12) mengatakan, Pemkab Sukoharjo memiliki program penertiban terhadap pedagang oprokan yang berjualan di luar pasar. Mereka kedapatan berjualan di trotoar di depan pasar atau sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Keberadaan pedagang oprokan membuat kondisi menjadi kumuh dan menyebabkan kesemrawutan. Bahkan pada jam tertentu terjadi kemacetan kendaraan di depan pasar. “Pendataan kami fokuskan pada pedagang oprokan di luar pasar. Sasarannya yakni pedagang baik yang berjualan di trotoar maupun pedagang yang berjualan menggunakan mobil dan sepeda motor,” ujar Tri Sukrisno.

Hasilnya diketahui total keseluruhan ada sebanyak 400 pedagang oprokan berjualan disemua sisi di luar pasar. Sedangkan khusus di depan pasar hanya ada sebanyak 279 pedagang oprokan. Pedagang oprokan tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Boyolali, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kota Solo. Mereka sengaja datang jauh dari luar daerah dan berjualan di luar pasar.

“Ada juga pedagang oprokan dari Sukoharjo tapi sedikit. Paling banyak pedagang oprokan dari luar daerah. Mereka datang untuk berjualan di luar pasar,” lanjutnya.

Para pedagang oprokan dari luar daerah biasa datang berjualan di luar Pasar Ir Soekarno pada pukul 24.00 sampai 07.00. Mereka menggelar barang dagangannya bukan pada tempatnya yakni di trotoar dan jalan. “Kami data pedagang oprokan dengan meminta fotocopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas diri lainnya, kami catat nomor teleponnya dan setelah ini kami minta mereka berjualan di dalam lingkungan pasar. Trotoar dan jalan jelas dilarang,” lanjutnya.

Pengelola Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo Kota sudah memberikan tempat untuk para pedagang oprokan. Lokasinya yakni menggunakan kios dan los kosong di dalam pasar. Selain itu juga menggunakan halaman dan terminal angkutan di lingkungan pasar. “Tempat sudah ada termasuk memakai tempat terminal angkutan. Targetnya awal 2018 semua pedagang oprokan harus masuk ke dalam dan di luar steril,” lanjutnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Pemkab Sukoharjo memiliki program penertiban sekaligus penataan pedagang oprokan. Mereka diwajibkan masuk ke dalam pasar. “Sudah didata dan pedagang oprokan harus masuk. Posisi trotoar dan jalan harus steril,” ujar Heru Indarjo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI