Pedagang Pasar Legi Butuh Lapak Darurat

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang mendatangi Pasar Legi yang baru ludes terbakar, Selasa (30/10). Tim Labfor yang dipimpin AKBP Teguh Prihmono mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB) seperti serpihan kabel listrik, material lain yang mudah terbakar. Barang bukti dibawa ke Labfor Semarang untuk dianalisa, diperkirakan setelah seminggu baru dapat diketahui penyebab sebenarnya yang memicu kebakaran di Pasar Legi.

AKBP  Teguh Prihmono mengatakan sejumlah sampel barang bukti diambil Tim Labfor dari bangunan lantai dua Pasar Legi yang terletak di sebelah Barat sisi Utara Pasar Legi.

Dipaparkan oleh AKBP Teguh, tim Labfor memeriksa tiga unsur yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) yakni  oksigen, barang  yang mudah terbakar serta panas. "Mencari sumber panas bisa dari proses mekanik, bisa proses kimia atau  proses biokimia juga bisa proses elektrik. "paparnya.

Pihaknya mengambil sampel alat bukti misalnya kabel jaringan listrik yang terbakar. Hal itu untuk mencari potensi penyebab kebakaran. "Barang bukti itu kemudian dianalisa di laboratorium Semarang ,diperiksa dengan peralatan khusus untuk mencari penyebab terbakarnya Pasar Legi," ujarnya.

AKBP Teguh mengatakan paling cepat satu minggu bisa diketahui hasilnya penyebab kebakaran di Pasar Legi, dengan cara teori untuk menentukan sumber api adanya titik oksidasi yang kering. "Dari situlah bisa diketahui titik sumber pertama potensi asal mula api,"paparnya.

Sementara secara terpisah Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta  Drs Subagyo mengatakan api telah meluluh lantakan  690 los yang terletak di lantai dua Pasar Legi, sementara kios di lantai dasar sebanyak 234 buah masih bisa diselamatkan.

"Kondisi Pasar Legi yang memiliki luas bangunan 11.645 meter persegi sudah tidak layak untuk tempat berjualan para pedagang. Untuk itu ditempuh secepatnya para pedagang dibuatkan pasar darurat di kawasan Jalan Sabang dan Jalan Lumba Tobing yang relatif dekat dengan lokasi pasar Legi,"ujar Drs Subagyo.

Subagyo yang langsung menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang Pasar Legi yang tergabung dalam Ikapagi (Ikatan Keluarga Pedagang Pasar Legi) menyepakati untuk selanjutnya selain membangun pasar darurat juga para pedagang yang ingin mengambil barang-barangnya harus di siang hari serta ijin polisi. "Tadi juga disepakati pihak pedagang Ikapagi memberi kesempatan kepada pemerintah untuk memikirkan langkah ke depannya, untuk merevitalisasi Pasar Legi yang dibangun Mangkunegoro VII tahun 1936 dan direnovasi tahun 1992itu," paparnya. (Hwa/Hut)

BERITA REKOMENDASI