Pejabat ‘Dekat’ Bupati Belum Tentu Aman

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Pejabat yang selama ini dikenal 'dekat' dengan bupati, belum tentu akan 'dipakai' lagi dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Penempatan pegawai akan dilakukan secara proporsional sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang bersangkutan.

Demikian ditegaskan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai membuka aasesment atau tes kelayakan dan kepatutan yang diikuti sebanyak 28 pejabat eselon II, Kamis (24/11/2016). Asesment digelar dengan menggandeng akademisi dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

Menurut Yuni, tes ini digelar untuk mengetahui kapasitas dan kapabilitas seluruh pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Hasil tes akan dipakai sebagai dasar atau acuan bupati untuk menempatkan pejabat sesuai SOTK baru. "Jadi tes ini diikuti 28 pejabat eselon II, dimana dua orang tidak hadir dengan alasan sedang umroh dan pensiun dini," ujarnya.

Yuni memastikan hasil tes tersebut akan diketahui secepatnya sebagai dasar bupati untuk mengambil keputusan mutasi pejabat. "Tapi kami pastikan mutasi akan dilakukan secara smooth tidak menimbulkan keresahan. Meski hanya Tuhan dan bupati yang tahu mutasi nanti seperti apa, yang penting seluruh pejabat harus tetap bekerja secara profesional," jelasnya.

Selain hasil tes, Yuni mengatakan dasar pertimbangan melakukan mutasi adalah atitude, behavior serta loyalitas. Sepandai apapun seorang pejabat, tapi kalau diperintah bupati ogah-ogahan, tentu saja itu akan menjadi pertimbangan sendiri. "Termasuk beberapa pejabat yang tidak netral selama Pilbup lalu juga akan jadi pertimbangan. Salah sendiri kenapa tidak netral," tegasnya.

Yuni menargetkan, mutasi seluruh pejabat baik eselon II, III, dan IV, nantinya akan digelar serentak pada akhir Desember mendatang. Sehingga per 1 Januari 2017, Pemkab Sragen sudah berjalan sesuai SOTK baru. "Prinsipnya right man on the right place dan tidak akan menimbulkan kegaduhan dalam mutasi kali ini," tambahnya.

Saat disinggung apakah pejabat yang selama ini dikenal dekat dengan bupati akan mendapat promosi jabatan yang lebih baik, Yuni memastikan bahwa hal itu belum jaminan. Mutasi kali ini bukan mendasarkan pada kedekatan dengan bupati atau tidak, tapi lebih pada hasil tes.

"Gambarannya begini, saya setiap Senin rapat terbatas dengan sekda, asisten I, II, III dan Kepala Bappeda. Apakah pejabat-pejabat itu akan tetap menempati jabatannya, belum tentu," ujarnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI