Pelaku Industri Kreatif Saatnya Unjuk Karya

SOLO, KRJOGJA.com – Ratusan pelaku industri kreatif di Solo yang sebagian selama ini masih tersembunyi, akan unjuk karya dalam agenda yang dikemas dengan tajuk Srawung Gayeng Solobrasi di Beteng Vasternburg pada 24-25 November. Selain dalam bentuk pameran produk, acara ini juga diramaikan dengan wrokshop, performing, music clinic, idea talk, cooking class, coaching clinic untuk produk animasi, game development, aplikasi, dan sebagainya.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata, Nunuk Marihastuti, kepada wartawan, di balaikota, Rabu (21/11/2018), menjelaskan, perkembangan ekonomi kreatif di Solo dalam beberapa tahun terakhir memang berkembang pesat. Hanya saja, data base pelaku industri kreatif memang belum tercatat lengkap, sebab secara kelembagaan, bidang pengembangan industri kreatif di Dinas Pariwisata baru terbentuk tahun 2015 lalu. Sementara para pelaku industri kreatif lebih banyak bergerak dalam komunitas masing-masing.

Mulai tahun 2018 ini, tambah Nunuk, pihaknya mulai memfasilitasi lewat forum Srawung Gayeng Solobrasi, dengan proyeksi ke depan terbangun semacam kolaborasi antar pelaku maupun karya ataupun produk industri kreatif. Bisa saja terjadi, pelaku industri kreatif bidang seni yang selama ini lebih banyak bergerak di lingkup komunitas mereka sendiri, sangat terbuka berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif lain, seperti kuliner, fotografi, aplikasi, dan sebagainya, hingga pasar kian luas dan terbuka lebar.

Kreativitas yang menjadi tulang punggung kalangan pelaku industri kratif berkarya, diyakini akan mampu menghidupkan Srawung Gayeng Solobrasi ini menjadi wahana menemukan ide-ide cemerlang bagi kemungkinan menelorkan karya ataupun produk di masa berikutnya. Dinas Pariwisata dalam hal ini sekadar memfasilitasi, sekaligus menjaring daftar kebutuhan kalangan pelaku industri kreatif untuk menunjang usaha mereka.

Sejauh ini, tambah Kepala Seksi (Kasie) Pemanfaatan Ruang Kreatif, Dinas Pariwisata, Endang Sri Murniati, menambahkan, memang pernah dilakukan binang-bincang kreatif dengan kalangan pelaku industri kfreatif. Dalam bincang-bincang tersebut, dapat terjaring beberapa daftar kebutuhan mereka, namun masih perlu pendalaman, sehingga fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah, nantinya sinkron dengan kebutuhan pelaku industri kreatif.

Dari beberapa daftar kebutuhan tersebut, menurutnya, juga telah direalisasikan, diantaranya membantu pendaftaran merk dagang pelaku industri kreatif atas tanggung biaya pemerintah. Dari 309 merk milik pelaku industri kreatif yang didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM, beberapa diantaranya telah diterbitkan hak merk, sedangkan yang lain masih dalam proses.(Hut)

BERITA REKOMENDASI